9 August 2021 : 02.27

5 Alasan Messi Bakal Gagal di Liga Champions Bersama PSG

Share on whatsapp
Share on twitter
Share on telegram
Share on facebook

Jakarta, CNN Indonesia —

Sepanjang berkarier di Barcelona Lionel Messi telah meraih empat gelar Liga Champions. Namun, kisah manis ini belum tentu terulang saat pindah ke Paris Saint-Germain (PSG).

Messi sudah resmi berpisah dengan Barcelona dan mengucapkan salam perpisahan. Meski belum resmi bergabung dengan PSG, bintang Argentina ini disebut hampir pasti membela dengan klub yang dibina taipan asal Qatar, Nasser Al-Khelaifi.

Faktanya, PSG belum punya DNA Liga Champions Eropa. Pencapaian terbaik klub yang baru sembilan kali juara Liga Prancis ini hanya Piala Intertoto yang adalah kompetisi kasta kedua Eropa; kini setara Liga Eropa.

Era Galacticos Real Madrid pada 2002-2003, juga bisa jadi contoh. Setelah gaet Ronaldo Nazario pada 2002 dan David Beckham pada 2003, setelah era Luis Figo dan Zinedine Zidane berjaya pada musim 1999/2000 dan 2001/2002, Liga Champions gagal diraih.

Jika melihat daftar nama skuad tim asuhan Mauricio Pochettino, sejatinya sangat punya kans. Dari kiper hingga striker, semuanya berlapis bintang. Namun, skuad bertabur bintang tak selalu jadi faktor kunci di Benua Biru.

Pertanyaannya, apakah kehadiran Messi akan membuat DNA PSG menjadi jawara Eropa? Berikut lima asalasan mengapa kehadiran Messi tidak otomatis membuat PSG menjuarai Liga Champions Eropa musim 2021/2022:

1. Skuad Bintang Tak Jaminan

Bayern Munich pernah dalam fase ‘FC Hollywood’ dan Real Madrid di era ‘Galacticos’. Setelah itu ada pula masa ‘perang bakar duit’ dari klub-klub kaya baru: Chelsea dan Manchester City. Namun semua itu butuh proses untuk berprestasi.

Skuad berlapis bintang, seperti kini dibentuk PSG, sama sekali tak menjamin gelar juara Liga Champions Eropa. Begitu halnya Messi, diyakini tak akan langsung memberi dampak signifikan pada musim pertamanya jika resmi bergabung.

2. Harmonisme Butuh Waktu

Saat Barcelona juara Liga Champions Eropa pada 2009, 2011, dan 2015, punya satu kesamaan. Semuanya tercipta lewat proses yang sama. Messi sebagai ujung tombak dalam formasi 4-3-3, baru juara setelah melewati musim pertama.

Banner Video Highlights MotoGP 2021

Thierry Henry, Pedro Rodriguez, dan Neymar, tak langsung meraih gelar tertinggi Eropa tersebut pada musim pertamanya. Mereka butuh proses sekitar satu hingga dua musim hingga harmonisme tim tercipta. PSG dengan Messi pun kiranya demikian.

[Gambas:Video CNN]

Baca lanjutan berita ini di halaman berikutnya…

Pochettino Belum Terbukti


BACA HALAMAN BERIKUTNYA

Contact Us

Contact us

FAQ

Advertise with us

About Us

Cookie Policy

Terms & Condition