22 August 2021 : 02.27

5 Faktor Barcelona Bisa Lebih Hebat Usai Messi Pergi

Share on whatsapp
Share on twitter
Share on telegram
Share on facebook

Jakarta, CNN Indonesia —

Hengkangnya Lionel Messi disebut-sebut sebagai akhir era jaya Barcelona, tetapi tak sedikit pula yang malah yakin ini menjadi siklus baru era kehebatan baru Blaugrana.

Tak dimungkiri, era Messi selama 17 tahun, dari 2004-2021, adalah masa paling sukses. Barcelona meraih 35 gelar, terdiri dari 10 gelar liga, 7 gelar Copa del Rey, 8 gelar Piala Super Spanyol, 4 trofi Liga Champions, 3 Piala Super Eropa, dan 3 Piala Dunia Antarklub.

Dalam rentang waktu itu, Messi menjalani 778 pertandingan, melesakkan 672 gol, dan 266 assist. Banyak rekor Barcelona ia pecahkan atau terlampaui, yang kemungkinan besar akan sulit dipecahkan pada masa-masa mendatang.

Walau begitu segala torehan Messi bukan berarti tak bisa atau mustahil dilampaui pemain lainnya. Berikut ini adalah lima faktor mengapa Barcelona bisa lebih hebat atau lebih berjaya pada era selepas Messi pergi:

1. Kesempatan Memulai dari Awal

Masa seperti hari ini, Messi tak lagi di Barcelona, sudah pasti datang baik itu hengkang atau karena pensiun. Messi tak akan membela Barcelona adalah kepastian yang tak bisa terelakkan, mengingat usianya sudah 34 tahun.

Kini, dengan hengkangnya Messi ke Paris Saint-Germain kesempatan menata ulang kekuatan tim bisa dimulai lebih cepat. Awal dekade ketiga abad milenium bisa menjadi momentum Barcelona memperbaiki atau menata ulang sistem klub.

Frasa ‘tak ada pemain yang lebih hebat dari klub’ perlu digaungkan lagi. Nama besar Messi yang seolah-olah mengalahkan nama besar Barcelona, sudah runtuh. Barcelona harus membuktikan tanpa Messi mereka tetap klub juara.

Banner Live Streaming MotoGP 2021

2. Menebas Ketergantungan Pemain

Fakta bahwa Barcelona representasi Messi dan Messi identik dengan Barcelona, sulit terbantahkan. Sihir ‘Argentina Kecil’ ini sangat luar biasa. Statistik membuktikan permainan Barcelona menurun drastis saat Messi absen.

Sepanjang Agustus 2017 hingga Februari 2020 misalnya, Messi tampil 129 kali, 88 di antaranya berakhir dengan kemenangan dan delapan kali kalah. Pada periode yang sama saat Messi absen, Barcelona menang 15 kali dan kalah tujuh kali.

Persentase kemenangan Barcelona menurun dari 68,2 persen menjadi 57,7 persen, sedangkan persentase kekalahan naik dari 6,2 persen menjadi 26,9 persen. Karenanya ini menjadi momentum menebas ketergantungan berlebihan terhadap satu pemain yakni Messi.

Baca kelanjutan berita ini di halaman berikutnya>>>

Era Barcelona Bersama Pedri


BACA HALAMAN BERIKUTNYA

Contact Us

Contact us

FAQ

Advertise with us

About Us

Cookie Policy

Terms & Condition