12 February 2021 : 02.28

7 Petarung UFC yang Jadi Korban Bully Waktu Kecil

Share on whatsapp
Share on twitter
Share on telegram
Share on facebook
Jakarta, CNN Indonesia —

Bully atau perundungan bisa menjadi masa lalu bagi beberapa petarung-petarung top UFC. Berikut beberapa petarung UFC yang pernah menjadi korban bully semasa kecil.

Tak semua juara-juara UFC menyukai olahraga bela diri sejak kecil, beberapa di antaranya mempelajari demi membela diri dari orang-orang yang melakukan bullying atau perisakan.

Alih-alih melakukan balas dendam, petarung-petarung UFC itu menemukan jalan kehidupan dari mempelajari ilmu bela diri.

Berikut tujuh petarung UFC yang pernah menjadi korban bully saat masih kecil:

1. Georges St-Pierre

GSP adalah salah satu petarung legendaris di UFC. Jauh sebelum menjadi juara kelas welter dan kelas menengah UFC, GSP menjadi sasaran tindak kekerasan.

Dalam bukunya berjudul ‘The Way Of The Fight’, GSP mengisahkan pakaiannya pernah dilucuti dan uangnya pernah diambil paksa sementara anak-anak lainnya hanya melihat dan tertawa.

NEW YORK, NY - NOVEMBER 04: Georges St-Pierre of Canada reacts following his victory over Michael Bisping of England in their UFC middleweight championship bout during the UFC 217 event at Madison Square Garden on November 4, 2017 in New York City.   Mike Stobe/Getty Images/AFPFoto: Mike Stobe/Getty Images/AFP
Pakaian Georges St-Pierre Mike pernah dilucuti. (Stobe/Getty Images/AFP)

GSP mengaku termotivasi mendalami ilmu bela diri karena menjadi korban pelecehan. Petarung yang kerap disebut bakal menjadi lawan Khabib Nurmagomedov itu kini memiliki yayasan anti-bullying.

2. Daniel Cormier

Mantan juara kelas berat dan light heavyweight UFC ini juga pernah mendapat ancaman fisik ketika masih anak-anak. Profesi orang tuanya sebagai guru menjadi bahan ejekan.

Cormier mengaku sering diajak berkelahi dengan anak-anak pembuat onar. Suatu ketika salah satu anak mendatangi Cormier yang masih berusia 10 tahun. Namun Cormier kemudian mampu melakukan kuncian karena sudah belajar ilmu gulat.

ANAHEIM, CA - FEBRUARY 23: Ronda Rousey celebrates her UFC Bantamweight Title over Liz Carmouche at Honda Center on February 23, 2013 in Anaheim, California.   Jeff Gross/Getty Images/AFPRonda Rousey juga pernah jadi korban buly. (Jeff Gross/Getty Images/AFP)

3. Ronda Rousey

Ketika remaja Rousey harus menghadapi kekerasan verbal dari orang-orang lantaran bentuk fisiknya. Olok-olok dan celaan tak bisa lepas darinya.

Mantan penguasa kelas bantam UFC ini merasa mendapat perlakuan istimewa di tim judo yang ia sebut tak pernah menghakimi dan menerimanya apa adanya.

Rousey tidak menggunakan ilmu judo semaunya. Petarung yang kini menyandang status aktris ini hanya mengeluarkan jurus judo ketika dalam keadaan terdesak dan dalam situasi yang membahayakan.

4. Anderson Silva

Veteran MMA asal Brasil ini memiliki masa lalu yang berbeda dari anak kebanyakan karena harus mengikuti kelas balet dan tap dancing. Namun bagi beberapa orang, kegiatan tersebut merupakan cela dan Silva pun menjadi korban perundungan karena itu.

Tetapi sekian tahun berselang, ilmu balet dan tap dancingnya justru membuat Silva menjadi jago MMA sejati. Komentator UFC, Joe Rogan, menilai kemampuan Silva memadukan balet dengan bela diri menjadi kunci sukses petarung asal Brasil tersebut dalam mempertahankan gelar kelas menengah UFC selama lebih kurang enam tahun.

[Gambas:Video CNN]

5. Paige VanZant

Pengalaman dilabrak senior yang cemburu hingga harus pindah sekolah adalah masa lalu VanZant.

Setelah pindah dari Oregon ke Nevada, VanZant kemudian mempelajari ilmu bela diri untuk memiliki kembali rasa percaya diri yang hilang.

Mixed martial arts lantas ternyata bukan hanya sekadar hobi. VanZant menjadi salah satu atlet MMA profesional yang pernah tampil di kelas strawweight dan kelas terbang UFC.

6. Uriah Hall

Petarung kelas menengah UFC ini mengalami masa remaja yang brutal sehingga membuatnya begitu frustrasi. Sebagai imigran Jamaika di New York, Hall kerap mendapat intimidasi.

Hall pun begitu ketakutan untuk ke luar rumah dan berpengaruh pada kegiatan sekolahnya. Sebuah titik balik dalam hidup Hall adalah ketika ia belajar karate Kyokushin. Dari situ Hall mulai memiliki rasa percaya diri dan berani membela diri sendiri hingga kemudian mengantarnya ke octagon.

Conor McGregor, left, fights Donald Conor McGregor pernah diintimidasi anak-anak lebih tua darinya. (AP Photo/John Locher)

7. Conor McGregor

Perundungan dan kekerasan juga membawa McGregor berkenalan dengan ilmu bela diri. Besar di daerah pinggiran Dublin, Irlandia, McGregor kecil sering menjumpai intimidasi dari anak-anak yang lebih tua.

Pria yang kemudian dikenal dengan julukan The Mystic Mac itu memilih tinju sebagai ilmu bela diri guna mengenyahkan pelaku-pelaku bullying dan meningkatkan kepercayaan diri.

(nva/jun)

Contact Us

Contact us

FAQ

Advertise with us

About Us

Cookie Policy

Terms & Condition