Bahagianya Legenda Balap Motor Tjetjep Herjana Dapat Tiket Gratis Nonton MotoGP Mandalika

  • Whatsapp

CIMAHI, KOMPAS.comРMantan pebalap motor nasional yang kini menjadi penghuni Panti Wreda Karitas, Cimahi, Tjetjep Euwjong Herjana (83) mendapatkan kesempatan untuk menyaksikan event balap internasional MotoGP di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Tjetjep mendapatkan tiket tersebut dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang diberikan lewat Asisten Daerah 1 Jawa Barat Dewi Sartika di Panti Wreda Karitas, Cibeber, Cimahi Selatan, Kota Cimahi pada Rabu (16/3/2022), kemarin.

“Pak Tjetjep sudah berangkat dari pagi. Kemarin dapat tiketnya dari Gubernur,” kata Istianah, Pengurus Panti Wreda Karitas saat ditemui di tempat kerjanya.

Baca juga: Ridwan Kamil Beri Tiket MotoGP Mandalika untuk Mantan Pebalap Nasional

Istianah mengatakan, sebelum Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyerahkan tiket MotoGP Mandalika, sehari sebelumnya Tjetjep ternyata sudah mengetahui kabar bahagia tersebut dan terlihat sangat bahagia.

“Sebelumnya Pak Tjetjep cuma bilang ke saya, Mbak Isti tolong cetakan sertifikat vaksin saya, saya mau diajak nonton ke Mandalika. Pak Tjetjep sudah vaksin ke-2,” bebernya.

Istianah menceritakan kebiasaan Tjetjep di Panti Wreda Karitas sejak 12 Februari 2016. Menurut Istianah, jiwa pebalap Tjetjep tidak pernah luntur meski sudah renta.

Mendapatkan kesempatan menonton MotoGP secara langsung mungkin menjadi hadiah terindah baginya di usia senja. 

“Pak Tjetjep memang hobinya menonton balapan motor (MotoGP) di TV. Waktu itu di ruang Opa ada TV buat bareng-bareng, yang sering nonton balapan cuma Pak Tjetjep. Sekarang dikasih TV di kamarnya¬† dan nonton balapannya di kamar,” jelasnya.

Baca juga: Cerita Warga Jakarta Antre 4 Jam untuk Tukar Tiket MotoGP Mandalika

Lebih lanjut Istiana menambahkan, Tjetjep hampir tidak pernah terlewat menonton balapan MotoGP.

“Beliau mah hapal betul agendanya kapan ada balapan,” sambungnya.

Selain gemar menonton balapan MotoGP, selama lima tahun di Panti Wreda, Tjetjep yang gantung helm pada tahun 1974 selepas kecelakaan di sirkuit Shah Alam yang membuatnya cedera parah, ternyata masih sering dikunjungi oleh sejumlah klub sepeda motor.

“Memang teman-temannya suka ke sini, ada yang suka motor juga, ada dari klub motor ke sini, masih muda-muda,” imbuhnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Related posts