17 February 2021 : 02.29

Barcelona Compang-camping Dirusak PSG

Share on whatsapp
Share on twitter
Share on telegram
Share on facebook

Jakarta, CNN Indonesia —

Barcelona dalam kondisi di atas angin dalam persiapan duel lawan Paris Saint-Germain di leg pertama babak 16 besar Liga Champions. Namun mereka justru berada dalam kondisi compang-camping setelah pertandingan berakhir dengan skor 4-1 untuk tim tamu.

Barcelona punya tren bagus dalam persiapan menuju duel lawan PSG meski mereka sempat kalah dari Sevilla di Copa del Rey. Sebaliknya, PSG justru dihantam badai cedera yang dialami Neymar dan Angel Di Maria serta Marco Verratti yang sempat diragukan bermain.

Namun ternyata Paris Saint Germain yang kehilangan Neymar dan Angel Di Maria bisa menunjukkan perlawanan yang sepadan bagi Barcelona yang dianggap sedang berada dalam kondisi terbaik.

Hal tersebut sudah terlihat sejak babak pertama ketika mereka tak didominasi oleh Barcelona. Dari statistik babak pertama, Barcelona dan PSG imbang dalam hal jumlah tembakan tepat sasaran, yaitu tiga buah. PSG bahkan unggul dalam jumlah tembakan keseluruhan plus juga memimpin dalam penguasaan bola dengan catatan 52 persen.

Barcelona's Lionel Messi scores from a penalty kick the opening goal during the Champions League round of 16, first leg soccer match between FC Barcelona and Paris Saint-Germain at the Camp Nou stadium in Barcelona, Spain, Tuesday, Feb. 16, 2021. (AP Photo/Joan Monfort)Barcelona unggul lebih dulu lewat penalti Lionel Messi. (AP/Joan Monfort)

Barcelona menghasilkan gol lewat penalti. Pelanggaran Layvin Kurzawa pada Frenkie De Jong diputuskan wasit menjadi penalti setelah melihat VAR. Lionel Messi tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut dan menggetarkan gawang PSG lewat tembakan keras.

Setelah kebobolan di menit ke-27, PSG bisa tetap tampil tenang. ‘Les Parisiens’ melakukan serangan apik yang dikomandoi oleh Marco Verratti di lini tengah.

Pergerakan Kylian Mbappe yang selalu diawasi oleh Sergino Dest dimanfaatkan Kurzawa untuk bergerak di sisi kanan pertahanan Barcelona. Ketiadaan pemain yang mengawal Kurzawa harus dibayar mahal ketika umpan jauh Marquinhos mendarat mulus di kaki Kurzawa.

Kurzawa memutuskan mengoper langsung pada Verratti yang ada di kotak penalti. Verratti mengangkat bola ke arah Mbappe. Mbappe sejatinya dalam posisi dan ruang yang sempit.

Tetapi Mbappe bisa melesat dengan gesit melewati Clement Lenglet dan Gerard Pique tak memberi bantuan apapun. Tembakan keras Mbappe dari jarak dekat pun tak bisa diadang oleh kiper Barcelona, Marc Andre ter Stegen.

Pembantaian di Babak Kedua

Masuk ke babak kedua, terlihat jelas bahwa PSG lebih unggul dalam penciptaan peluang dibandingkan Barcelona. PSG bahkan sudah bisa unggul di awal babak kedua andai ter Stegen tidak melakukan penyelematan gemilang atas tembakan Moise Kean yang dihasilkan lewat kolaborasi Mbappe dan Mauro Icardi.

Setelah momen itu, PSG benar-benar memegang kendali babak kedua. Lini tengah Barcelona yang diisi oleh Frenkie de Jong, Sergio Busquets, dan Pedri kalah dari lini tengah PSG yang mengandalkan pressing ketat dan serangan balik cepat.

Dalam proses gol kedua, Paredes dengan jeli melihat Alessandro Florenzi yang naik dengan cepat di sisi kiri pertahanan Barcelona. Umpan terobosan Paredes membuat Florenzi terbebas dan leluasa masuk kotak penalti.

PSG's Kylian Mbappe celebrates after scoring his side's second goal during the Champions League round of 16, first leg soccer match between FC Barcelona and Paris Saint-Germain at the Camp Nou stadium in Barcelona, Spain, Tuesday, Feb. 16, 2021. (AP Photo/Joan Monfort)Kylian Mbappe jadi bintang kemenangan PSG atas Barcelona. ( AP/Joan Monfort)

Florenzi melepaskan umpan yang kemudian menghadirkan kemelut karena tidak bisa dibuang dengan baik oleh Pique. Sergino Dest yang ditugaskan mengawal Mbappe teralihkan fokus pada bola dan Florenzi sehingga ia tidak menempel ketat Mbappe.

Mbappe ada di posisi yang tepat untuk menerima bola dan lansung melepaskan tembakan ke gawang yang kosong.

Melihat Barcelona yang terkejut oleh gol kedua, PSG makin percaya diri meningkatkan tekanan. Skuat Mauricio Pochettino bisa menghasilkan gol ketiga lewat skema tendangan bebas.

Dalam persiapan tendangan bebas yang diambil Leandro Paredes, Lenglet membayangi Moise Kean. Namun ketika Marquinhos ikut masuk, Lenglet langsung bergerak mengawasi Marquinhos.

Kean lalu berdiri tanpa pengawalan dan leluasa mencetak gol ke gawang Barcelona lewat sundulan kepala.

Kesedihan Barcelona makin menjadi di pengujung pertandingan. Ketika Blaugrana berusaha merebut setidaknya satu gol untuk modal leg kedua, mereka malah menderita gol keempat.

Serangan balik yang dipimpin Julian Draxler diakhiri penyelesaian akhir memukau dari Mbappe. Barcelona tak berdaya dan hanya mendapatkan satu tambahan tembakan tepat sasaran di babak kedua.

[Gambas:Video CNN]

Bukti Kehebatan Pochettino dan Mbappe


BACA HALAMAN BERIKUTNYA

Related Post

Contact Us

Contact us

FAQ

Advertise with us

About Us

Cookie Policy

Terms & Condition