11 February 2021 : 02.28

Bola, Pesta, Cedera: Anomali Neymar Tandingi Messi dan CR7

Share on whatsapp
Share on twitter
Share on telegram
Share on facebook

Jakarta, CNN Indonesia —

Tak dipungkiri Neymar menjadi salah satu pemain terbaik di dunia. Namun dia sulit menandingi level Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo karena dua hal utama,  riwayat cedera dan kegemaran pesta.

Pemain bernama lengkap Neymar Jr Da Silva itu kembali masuk ruang perawatan selepas pertandingan PSG melawan tuan rumah Caen di ajang Piala Prancis, Kamis (11/2) dini hari waktu Indonesia. Itu merupakan cedera kesekian kalinya yang dialami Neymar di PSG.

Cedera kali ini merupakan yang ke-19 bagi pemain asal Brasil itu selama berseragam PSG. Sebelum ini, terakhir dia cedera pada 14 Desember 2020 lalu. Dia absen 27 hari dan melewati lima laga PSG karena cedera engkel.

Neymar pertama kali mengalami cedera pada 21 September 2017 lalu atau beberapa bulan setelah ia resmi menjalani musim perdananya bersama klub Paris.

Sejak itu dia berkali-kali cedera. Dia sudah 430 hari menjalani perawatan dan 43 kali absen membela PSG karena 18 kali cedera. Sementara cedera terbaru belum diketahui dan perlu pemindaian lebih lanjut dari tim medis.

Jauh sebelum di PSG, Neymar juga doyan cedera saat masih berseragam Barcelona. Selama berkarier di Camp Nou sudah 10 kali dia mengalami cedera dan absen pada 29 laga Barcelona karena menjalani perawatan selama 147 hari.

Aksi impresif Neymar di lapangan tak jarang membuat lawan menghalalkan segala cara untuk menghentikannya. Terjangan-terjangan dari lawan kerap kali membahayakan dan membuat Neymar sering masuk dalam daftar papan atas sebagai pemain yang paling sering dilanggar.

Adapun selain cedera, kegemaran Neymar berpesta juga sangat berpotensi mengamputasi kualitasnya untuk menyetarakan diri dengan Messi dan Ronaldo sebagai pemain terbaik di planet bumi.

Pasalnya beberapa kali Neymar absen latihan karena hobi berpesta. Dia sempat tak ikut latihan bareng rekan-rekannya jelang Le Classique, PSG vs Olympique Marseille beberapa waktu lalu.

Bahkan Neymar pernah bersumpah tak akan pernah berhenti berpesta. Menurutnya tak ada hubungannya pesta dengan sepakbola jika bisa fokus 100 persen di lapangan.

“Saya butuh waktu untuk bersantai. Saya tidak akan pernah berhenti melakukannya,” ujarnya.

Barcelona's Lionel Messi, left, shakes has with Juventus' Cristiano Ronaldo prior of the start of the Champions League group G soccer match between FC Barcelona and Juventus at the Camp Nou stadium in Barcelona, Spain, Tuesday, Dec. 8, 2020. (AP Photo/Joan Monfort)Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo menjadi dua pemain yang paling konsisten sebagai terbaik dunia hingga kini. (AP/Joan Monfort).

Meski demikian, dua pesohor sepakbola di masa lampau pernah jadi contoh bahwa riwayat cedera dan kegemaran pesta merusak prestasi yang sudah dibangun sejak lama. Keduanya yakni Ronaldo Luis Nazario de Lima dan Ronaldinho.

Dua pemain yang menjadi senior Neymar di timnas Brasil itu harusnya bisa jadi cerminan bahwa dua hal, cedera dan pesta, bisa melenyapkan impian pesepakbola.

Ronaldo bergulat dengan cederanya. Sang fenomena itu sangat diakui sebagai pesepakbola terbaik dalam sejarah. Namun kaki kacanya membuat eks Barcelona, Inter Milan, dan Real Madrid itu harus mengalami jatuh-bangun dalam perjalanan kariernya.

[Gambas:Video CNN]

Begitu juga dengan Ronaldinho. Si penyihir dari Porto Alegre itu tak mampu menahan godaan untuk melakoni dunia malam dan pesta di masa keemasannya selama membela Barcelona.

Bahkan kegemaran Ronaldinho berpesta itu yang membuatnya didepak dari Camp Nou sejak kedatangan Josep Guardiola di kursi kepelatihan pada 2008. Ronaldinho yang ditampung AC Milan juga masih sering menyelami syahdunya dunia gemerlap.

Pada akhirnya Ronaldinho juga perlahan tapi pasti mengalami penurunan level hingga harus balik kampung ke Brasil untuk melanjutkan kariernya. Ronaldinho meredup di waktu yang terbilang cepat dari yang seharusnya diharapkan.

Tentu saja riwayat cedera dan hobi pesta itu menjadi anomali bagi Neymar alih-alih bisa menandingi Messi maupun Ronaldo. Kedua monster beda negara itu diketahui sangat jarang mengalami cedera dan tak suka menghabiskan banyak waktu hanya untuk berpesta.

Neymar, yang sering disebut sebagai pemain yang paling mungkin menyamai catatan Ronaldo dan Messi, harus diganggu dua hal vital yaitu cedera dan pesta. Neymar pun makin jauh dari harapan untuk bisa menyamai atau bahkan sekadar mendekati catatan kedua megabintang tersebut.

Neymar Cedera, PSG Rugi


BACA HALAMAN BERIKUTNYA

Related Post

Contact Us

Contact us

FAQ

Advertise with us

About Us

Cookie Policy

Terms & Condition