7 August 2021 : 02.28

Brasil vs Spanyol: Duel Emas Sepak Bola Indah

Share on whatsapp
Share on twitter
Share on telegram
Share on facebook

Jakarta, CNN Indonesia —

Dua tim yang selama ini dikenal sebagai pengusung sepak bola indah, Brasil dan Spanyol akan memperebutkan medali emas Olimpiade Tokyo 2020, Sabtu (7/8).

Brasil dan Spanyol sama-sama melangkah ke final usai menjalani duel melelahkan di babak sebelumnya. Brasil dan Spanyol harus bermain sampai 120 menit untuk bisa menjejakkan kaki mereka di partai puncak.

Brasil yang tampil ofensif harus bertarung hingga adu penalti melawan Meksiko setelah bermain imbang tanpa gol selama 120 menit. Dalam drama tendangan dari titik 12 pas, Brasil keluar sebagai pemenang dengan skor 4-1.

Di tempat lain, Spanyol yang juga memegang penuh kendali permainan bisa dibendung oleh tuan rumah Jepang selama 90 menit. Langkah Spanyol baru bisa dipastikan saat Marco Asensio membobol gawang Jepang hanya lima menit jelang akhir babak kedua perpanjangan waktu.

Keberhasilan Brasil dan Spanyol lolos ke final turut menciptakan final ideal di cabang olahraga sepak bola Olimpiade Tokyo 2020. Dua negara dari benua yang begitu menonjol dalam hal sepak bola akan bertemu di partai perebutan medali emas.

Tokyo 2020 Olympics - Soccer Football - Men - Semifinal - Japan v Spain - Saitama Stadium, Saitama, Japan - August 3, 2021. Spain celebrate after the match REUTERS/Kim Hong-JiSkuad Spanyol berisi materi bertabur bintang di Olimpiade Tokyo. (REUTERS/KIM HONG-JI)

Bentrok Brasil vs Spanyol menjadi pertemuan dua tim yang identik dengan seni sepak bola di lapangan. Brasil dengan joga bonito dan Spanyol dengan permainan tiki-taka mereka.

Dua gaya sepak bola ini memiliki kemiripan yakni sama-sama bermain menyerang untuk menang. Tidak ada kamus bertahan dalam dua gaya sepak bola ini.

Joga bonito menuntut permainan indah yang diharapkan bisa membantu terciptanya gol demi gol ke gawang lawan. Sedangkan tiki taka bertumpu pada penguasaan bola untuk terus menekan lawan sepanjang pertandingan.

Dua gaya sepak bola ini memang tak sempurna diperlihatkan Brasil dan Spanyol. Namun, ciri khas ini tetap begitu kental terasa dalam permainan anak asuh Andre Jardine (Brasil) dan Luis de la Fuente (Spanyol).

Jardine dan de la Fuente didukung materi pemain yang memadai untuk bermain ofensif di setiap pertandingan.

Brasil punya sosok sekelas Dani Alves, Antony, Paulinho, hingga Richarlison. Kualitas Dani Alves terbukti belum sepenuhnya memudar meski kini telah berusia 38. Legenda Barcelona itu mampu memanjakan para pemain di lini depan, tak terkecuali Richarlison yang berstatus top skor sementara dengan lima gol.

Sementara di kubu Spanyol para pemain alumnus Euro 2020 seperti Pedri dan Mikel Oyarzabal dipadukan dengan pemain berkualitas macam Mikel Merino dan Asensio. Pedri mampu menjadi nyawa permainan meski performanya tak sebaik saat tampil di Euro 2020.

Peran Oyarzabal dan Mikel Merino juga tidak kalah penting dalam menjaga gaya tiki-taka Spanyol di Olimpiade Tokyo 2020. 

Baca artikel ini di halaman berikutnya…

Misi Brasil Pertahankan Gelar


BACA HALAMAN BERIKUTNYA

Contact Us

Contact us

FAQ

Advertise with us

About Us

Cookie Policy

Terms & Condition