Cegah Pemakaian Doping di Kalangan Atlet, IADO Gandeng BNN

  • Whatsapp

Liputan6.com, Jakarta Indonesia Anti Doping Organization (IADO) berniat menjalin kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN). Organisasi yang sebelumnya bernama Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI) tersebut berharap kolaborasi ini mampu meningkatkan antisipasi penggunaan doping di kalangan atlet.

Langkah kerjasama diawali dari pertemuan yang dilakukan pada Selasa (5/4/2022). Pada kesempatan ini, Ketua IADO, Musthofa Fauzi berbincang langsung dengan kepala BNN RI Petrus R. Golose. 

Musthofa menyampaikan, daftar zat yang dilarang oleh World Anti-Doping Agency (WADA) adalah jenis zat narkotika. Karena itu, pihaknya meminta bantuan BNN dalam melakukan langkah pencegahan.

“Untuk tahun ini pengujian sampel pada atlet tidak hanya dilakukan melalui tes urine saja, tetapi juga melalui tes darah,” kata  Musthofa dalam rilis yang diterima Liputan6.com, Selasa (5/4/2022).

Keinginan ini disambut baik oleh BNN. Menurut Kepala BNN, Petrus R Golose, langkah ini juga menunjukkan keseriusan IADO menjaga para atlet dari penggunaan doping dan melaksanakan regulasi yang diatur oleh WADA. Dalam kesempatan tersebut Kepala BNN juga menyampaikan bahwa perkembangan narkotika jenis baru atau New Psychoactive Substances (NPS) berdasarkan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) yang beredar di dunia berjumlah 1124 NPS.

Di Indonesia berhasil dideteksi oleh BNN RI berjumlah 87 NPS. 75 NPS sudah diatur dalam lampiran perarturan Menteri Kesehatan RI dan 12 NPS belum diatur.

 

Indonesia dilarang mengibarkan bendera Merah Putih, kecuali dalam ajang Olimpiade, dalam turnamen internasional. Hukuman tersebut datang dari Badan Antidoping Dunia (WADA) yang efektif per 7 Oktober lalu.

Sebagai gantinya, bendera yang dikibarkan…

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.