2 August 2021 : 08.27

Cerita Anthony Ginting Bangkit dan Raih Perunggu di Olimpiade

Share on whatsapp
Share on twitter
Share on telegram
Share on facebook
Jakarta, CNN Indonesia —

Anthony Sinisuka Ginting sempat terpukul usai kalah di semifinal Olimpiade Tokyo 2020. Namun, ia memilih bangkit dan membawa pulang medali perunggu ke Tanah Air.

Pebulutangkis 24 tahun itu tak bisa menyembunyikan duka usai kalah dari Chen Long di semifinal. Ia bahkan harus berusaha lebih keras melawan kesedihan menjelang perebutan medali perunggu.

“Semalam sempat sulit tidur, terus saya mencoba menenangkan diri dengan berdoa. Puji Tuhan, saya bisa tampil dengan baik,” kata Anthony lewat rilis¬†yang diterima CNNIndonesia.com.

Anthony sudah bisa tertawa lepas usai memastikan medali perunggu. Prestasi ini diraih dengan kemenangan meyakinkan atas Kevin Cordon (Guatemala) dengan skor 21-11, 21-13 di Musashino Forest Sport Plaza, Senin (2/8).

Medali perunggu Anthony memiliki arti spesial di sektor tunggal putra. Setelah 17 tahun, Anthony tampil sebagai tunggal putra pertama yang mampu mempersembahkan medali lagi untuk Merah Putih.

Sejak Taufik Hidayat mendapat emas di Olimpiade 2004 Athena, belum ada lagi wakil dari tunggal putra yang bisa menjejak semifinal.

Anthony menganggap pencapaiannya ini juga akan menjadi tolok ukur menjelang event-event penting yang sudah menanti.

“Sejak awal persiapan juga berusaha fokus dan tenang, berusaha untuk meminimalisasi kesalahan,” ujar Anthony yang mengaku mengidolakan Taufik.

Olimpaide menjadi pelajaran berharga bagi Anthony Ginting. Sebab, ia belajar bagaimana caranya mengatur fokus, mental, teknik, serta aspek lainnya.

“Yang pasti, ada banyak yang harus ditingkatkan. Setelah tak berhasil maju ke final, saya mencoba dan berusaha bangkit. Laga ini juga berarti untuk saya karena saya ini menjadi medali terakhir dari bulu tangkis yang diperebutkan Indonesia di Olimpiade Tokyo,” kata Anthony.

Banner Live Streaming MotoGP 2021

Anthony bersyukur bisa menjadi penyumbang medali bagi Indonesia. Sebelumnya, ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu mengukir sejarah besar dengan merengkuh keping emas usai menumbangkan Chen Qing Chen/Jia Yi Fan (China) dengan skor 21-19 21-15.

Dengan raihan ini, Indonesia mendapatkan satu medali emas, satu perak, dan tiga perunggu. Koleksi tersebut menempatkan Merah Putih di urutan 35 klasemen medali sementara.

[Gambas:Video CNN]

(jun/jun)

Contact Us

Contact us

FAQ

Advertise with us

About Us

Cookie Policy

Terms & Condition