Cerita Pedagang Lokal di Lombok, Omzet Naik berkat MotoGP

  • Whatsapp

LOMBOK, KOMPAS.com – Perhelatan MotoGP Mandalika 2022 atau Pertamina Grand Prix of Indonesia yang diselenggarakan di Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), membawa angin segar bagi pelaku usaha setempat.

Para penonton MotoGP tersebut sudah mulai berdatangan dan menginap di berbagai wilayah Lombok, termasuk Gili Trawangan.

Aden, salah satu penjual makanan Seafood yang membuka lapaknya di Pasar Seni Trawangan, mengatakan sudah mengalami sedikit peningkatan untuk bisnisnya.

Baca juga: Cara dan Syarat Menginap Gratis di Hotel Terapung bagi Penonton MotoGP Mandalika

Perlu diketahui sebelumnya, Pasar Seni adalah pasar satu-satunya yang menjual berbagai macam jenis makanan seafood yang dibuka khusus tiap malam. Biasanya para pengunjung di Gili Trawangan memilih Pasar Seni untuk berwisata makanan malam yang menjadi ciri khas Gili Trawangan.

Aden mengaku, selama pandemi, usaha makanan lautnya turun drastis. Omzet per hari hanya Rp 1 juta. Angka ini jauh dari omzetnya sebelum pandemi, yakni bisa lebih dari Rp 5 juta setiap hari.

Dengan adanya MotoGP, bisnis makannya pun ikut terciprat. Perlahan omzetnya mulai bertambah, seiring kedatangan para penonton balap motor itu.

“Kira-kira ada 10 persen (peningkatan) dengan adanya pengunjung untuk nonton MotoGP Mandalika. Semoga nanti sampai perhelatan terakhir omzet semakin meningkat lagi,” ujar Aden saat ditemui Kompas.com di pasar Seni, Gili Trawangan, Kamis (17/3/2022).

“Ya┬áini karena ada pengunjung yang nonton balap (MotoGP) itu,” tamabah Aden.

Senada, Sapparudin salah seorang penjual minuman jus dan kelapa muda, mengaku, dirinya merasakan dampak positif perhelatan MotoGP Mandalika ini terhadap bisnis minumannya.

Pria itu menceritakan, sejak ada pandemi bisnisnya turun hingga 90 persen. Bahkan, tak jarang ia hanya mendapatkan untung Rp 5.000 hingga Rp 10.000 dalam sehari.

Related posts