30 August 2021 : 02.26

Cerita Sedih Rossi di MotoGP Inggris 2021

Share on whatsapp
Share on twitter
Share on telegram
Share on facebook
Jakarta, CNN Indonesia —

Valentino Rossi begitu sedih gagal mendulang poin di MotoGP Inggris 2021 setelah start dari posisi delapan dan harus melihat pembalap lain melewatinya satu per satu.

Rossi menyambut antusias MotoGP Inggris 2021 karena memiliki catatan yang cukup apik di Sirkuit Silverstone. Tak cuma lewat kata-kata, Rossi pun membuktikan bisa bersaing di sesi kualifikasi dan merebut posisi kedelapan pada saat start.

The Doctor sempat masuk ke enam besar pada saat balapan, namun perlahan Rossi mulai terlempar dari peringkat 10 besar dan tak bisa meraih poin karena menempati peringkat ke-18. Masalah ban menjadi problem utama Rossi kali ini.

“Saya start dengan bagus dan pada lap pertama saya berada di tempat yang saya inginkan, saya tahu saya bisa bersaing untuk posisi enam sampai sembilan,” kata Rossi yang memilih ban jenis medium untuk ban belakang.

“Setelah lima atau enam lap, bak belakang saya mengalami masalah. Tidak ada daya cengkeram di sisi kanan, sepertinya bannya terbakar. Saya mulai kehilangan satu, dua, tiga detik per lap dan saya hanya berusaha untuk mengakhiri balapan, tetapi saya begitu lambat,” sambungnya.

Rossi tahu pemilihan ban medium akan membuatnya sedikit kesulitan, namun pembalap 42 tahun itu tidak membayangkan bakal sampai mengalami masalah yang begitu fatal.

“Saya begitu menyesal dan saya sangat sedih, saya ingin hasil bagus di Silverstone karena saya suka treknya dan atmosfer di sini bagus. Selain itu juga saya merasa punya feeling yang baik dengan [motor] M1. Saya ingin berada di 10 besar, tetapi hasilnya berbeda,” jelas Rossi.

Finis di urutan ke-18 merupakan catatan terburuk Rossi selama balapan di kelas paling bergengsi, 500cc atau MotoGP. Padahal Rossi punya catatan enam kali juara di salah satu sirkuit legendaris tersebut.

Banner Video Highlights MotoGP 2021

“Saya sering mengalami masalah ini sejak 2019, kami sudah sering melakukan tes dan mengubah setelan serta gaya balap. Hari ini saya melihat banyak pembalap, karena saya sempat ada di grup depan dan mereka semua melewati saya, dan saya seperti tidak bisa melakukan apapun,” ujar pembalap Petronas SRT Yamaha itu.

“Saya mencoba segalanya hanya untuk melihat bendera finis. Seperti di Assen dan Barcelona, saya begitu cepat saat latihan dan pelan di balapan. Kami akan melihat apa yang bisa kami lakukan, tetapi kami tidak tahu kapan punya kesempatan,” tukasnya┬ádikutip dari GPOne.

[Gambas:Video CNN]

(nva/har)

Contact Us

Contact us

FAQ

Advertise with us

About Us

Cookie Policy

Terms & Condition