4 August 2021 : 02.27

Cium Tangan di Olimpiade: Bentuk Hormat Apriyani ke Greysia

Share on whatsapp
Share on twitter
Share on telegram
Share on facebook
Jakarta, CNN Indonesia —

Atlet ganda putri Indonesia Apriyani Rahayu membeberkan alasan kerap mencium tangan pasangannya Greysia Polii selama pertandingan badminton Olimpiade Tokyo 2020.

Selama tampil di Olimpiade 2020 kerap terlihat momen yang tertangkap kamera, Apriyani mencium tangan Greysia ketika laga berlangsung.

Aksi itu ternyata memiliki alasan tersendiri bagi Apriyani. Pemain kelahiran Konawe mengatakan cium tangan tersebut sebagai bentuk hormat kepada Greysia sebagai pemain yang lebih senior.

“Itu refleks saja. Karena kebiasaan saya sih sering cium tangan ke yang lebih tua,” ucap Apriyani.

Greysia/Apriyani merupakan pasangan ganda putri dengan usia yang terpaut cukup jauh, 10 tahun. Greysia berusia 33, sedangkan Apriyani 23.

Meski demikian, Greysia dan Apriyani tidak menjadikan perbedaan usia itu sebagai kendala di lapangan.

Tokyo 2020 Olympics - Badminton - Women's Doubles - Gold medal match - MFS - Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Japan – August 2, 2021.  Apriyani Rahayu of Indonesia reacts during the match with Greysia Polii of Indonesia against Chen Qingchen of China and Jia Yifan of China. REUTERS/Hamad I MohammedApriyani Rahayu sangat menghormati Greysia Polii. (REUTERS/HAMAD I MOHAMMED)

Keduanya tetap kompak dan tampil solid sehingga membuahkan emas Olimpiade Tokyo. Komunikasi pemain senior dan junior itu juga bagus.

Emas yang diraih Greysia/Apriyani tersebut merupakan kejutan di nomor ganda putri. Pasalnya, Greysia/Apriyani bukan unggulan termasuk pemain unggulan dan bisa mengalahkan pasangan China Chen Qing Chen/Jia Yi Fan yang merupakan unggulan kedua di Olimpiade.

Pada final yang digelar di Musashino Forest Plaza, Senin (2/8), Greysia/Apriyani menang dua gim langsung 21-19, 21-15.

[Gambas:Video CNN]

Soal bonus besar yang akan diterima Greysia/Apriyani usai meraih emas Olimpiade Tokyo, keduanya akan menggunakannya sebagai tabungan di masa depan.

“Belum tau sih buat apa tapi buat masa depan, tua nanti. Harus mikirin masa depan karena kita enggak tahu masa tua nanti,” kata Apriyani.

(sry/ptr)

Contact Us

Contact us

FAQ

Advertise with us

About Us

Cookie Policy

Terms & Condition