5 August 2021 : 02.28

Daftar 12 Pelatih Badminton Indonesia di Luar Negeri

Share on whatsapp
Share on twitter
Share on telegram
Share on facebook

Jakarta, CNN Indonesia —

Saat ini terdapat 12 pelatih badminton Indonesia yang menangani sembilan negara berbeda di dunia. Berikut daftar 12 pelatih badminton Indonesia di Luar Negeri.

Indonesia bukan saja dikenal sebagai salah satu negara Asia pencetak atlet badminton terbaik, tetapi Indonesia juga mampu mencetak pelatih-pelatih berkualitas dunia.

Kini setidaknya ada 12 pelatih asal Indonesia yang menangani sembilan negara berbeda di dunia. Di Asia ada Hendrawan, Flandy Limpele, Paulus Firman, dan Indra Wijaya yang saat ini menjadi pelatih di Malaysia, Mulyo Handoyo di Singapura, Rexy Mainaky di Thailand, dan Namrih Suroto di India.

Sementara di benua Eropa, ada Imam Teguh yang melatih Finlandia, Davis Efraim di Irlandia, Didi Purwanto di Hungaria, dan Indra Bagus di Belgia. Serta terakhir ada Muamar Qadafi yang melatih Guatemala.

Baru-baru ini nama Muamar Qadafi mencuat setelah berhasil membawa tunggal putra Guatemala Kevin Gordon lolos hingga ke babak perebutan medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020.

Guatemala's Kevin Cordon, right, reacts after defeating South Korea's Heo Kwang-hee as his coach Muamar Qadafi appears to be using his phone to take photos, during the men's singles badminton quarterfinal match at the 2020 Summer Olympics, Saturday, July 31, 2021, in Tokyo, Japan. (AP Photo/Dita Alangkara)Muamar Qadafi mengabadikan momen emosional saat Kevin Gordon lolos ke semifinal badminton Olimpiade Tokyo. (AP Photo/Dita Alangkara). (AP/Dita Alangkara)

Sayangnya, Muamar Qadafi bersama Gordon gagal merebut medali perunggu usai kalah dari tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting di laga perebutan medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020.

Qadafi mengaku telah menangani Guatemala dalam dua periode yaitu 2009-2010 dan 2017 sampai sekarang.

“Periode pertama dari 2009 hingga 2010. Periode kedua 2017 hingga sekarang,” kata Qadafi dikutip dari Badminton Asia.

Banner Live Streaming MotoGP 2021

Pelatih asal Solo itu juga mengungkapkan Guatemala adalah negara ketiga yang ditanganinya setelah Peru dan Meksiko. 

“Saat itu, pelatih Peru asal China itu ingin mengundurkan diri. Sang pelatih memberi tahu teman saya bahwa ia membutuhkan seseorang untuk melanjutkan tugasnya,” kenang pria kelahiran 30 Oktober 1981 itu. Akhirnya pada 2005, Qadafi memutuskan keluar dari PB Djarum dan terbang ke Peru.

“Setelah saya membawa Peru ke Kejuaraan Pan Am Junior 2006, itu kompetisi seperti Kejuaraan Junior di Asia, orang-orang perlahan mulai mengenali saya,” kata Qadafi.

Bersambung ke halaman berikutnya…

Flandy Limpele Bawa Ganda Putra Malaysia Raih Perunggu Olimpiade


BACA HALAMAN BERIKUTNYA

Contact Us

Contact us

FAQ

Advertise with us

About Us

Cookie Policy

Terms & Condition