Ditolak Pabrikan Lain, Ducati Ngotot Pakai Perangkat Suspensi Depan

  • Whatsapp

JAKARTA, KOMPAS.com – Polemik soal perangkat suspensi depan milik Ducati masih belum berakhir. Meski demikian, Ducati sudah memutuskan untuk tetap menggunakannya.

Pada sesi tes pramusim di Sirkuit Sepang, Malaysia, dan Sirkuit Mandalika, Lombok, Desmosedici GP22 menggunakan perangkat suspensi depan yang disebut dengan Front Ride Height Device.

Perangkat tersebut memiliki konsep yang sama seperti Rear Ride Height Device. Suspensi depan dapat diturunkan secara manual agar pusat gravitasi motor lebih rendah.

Baca juga: Bagnaia Amankan Posisi di Ducati hingga 2024

Sehingga, risiko wheelie dapat diminimalisasi lebih baik. Dampaknya, akselerasi motor akan meningkat dan catatan waktu tentunya akan lebih baik.

Francesco Bagnaia saat sesi tes pramusim MotoGP 2022 di Sirkuit Mandalika, LombokDok. @pecco63 Francesco Bagnaia saat sesi tes pramusim MotoGP 2022 di Sirkuit Mandalika, Lombok

Meski demikian, lima pabrikan lain yang menjadi rival Ducati di MotoGP menolak adanya perangkat terebut. Sebab, dengan adanya perangkat tersebut, pabrikan lain juga mau tidak mau mengikutinya.

Sementara, banyak yang mengatakan bahwa sistem yang bekerja secara manual tersebut sudah ketinggalan zaman. Sebab, suspensi elektronik sudah digunakan pada motor yang dijual di pasaran. Sehingga, untuk mengembangkannya sama saja dengan menghabiskan waktu dan biaya.

Tapi, regulasi melarang adanya penggunaan suspensi elektronik pada motor MotoGP. Untuk mengakali regulasi tersebut, maka itu Ducati menciptakan Front Ride Height Device.

Baca juga: Polemik Perangkat Suspensi Depan Ducati, Keputusannya di GP Qatar

Direktur Olahraga Ducati Paolo Ciabatti mengatakan, Ducati terus berinovasi sambil tetap berada dalam regulasi. Menurutnya, mungkin saja terjadi pertarungan hukum terkait penggunaan perangkat tersebut.

Luca Marini saat sesi tes pra-musim MotoGP 2022 di Sirkuit Mandalika, LombokDok. @vr46racingteam Luca Marini saat sesi tes pra-musim MotoGP 2022 di Sirkuit Mandalika, Lombok

“Kami sudah mengembangkan sistem yang menghabiskan waktu dan investasi sebagai bagian dari perusahaan. Kami sangat menyesal mendengar (perangkat) ini dipertanyakan,” ujar Ciabatti, dikutip dari Tuttomotoriweb.it, Kamis (24/2/2022).

Terlepas dari polemik soal perangkat suspensi depan ini, Ducati memutuskan untuk tetap menggunakannya. Sebab, menurut pabrikan asal Italia tersebut, perangkatnya tidak melanggar aturan.

Related posts