Dosen UB Cerita Serunya Bertugas di MotoGP Mandalika

  • Whatsapp

KOMPAS.com – Indonesia menjadi tuan rumah ajang balap motor internasional, MotoGP Mandalika.

Menariknya, dalam ajang ini, salah satu dokter sekaligus dosen di Fakultas Kedokteran, Universitas Brawijaya terlibat sebagai tim medis, bersama dengan banyak tenaga medis dan kesehatan lain dari berbagai daerah di Indonesia.

Ali Haedar, ialah dokter spesialis emergency medicine (kedokteran emergensi) yang bertugas sebagai anggota tim medis MotoGP Mandalika 2022.

Baca juga: Kisah PAUD di Papua, Pengajarnya Ibu Rumah Tangga dan Masyarakat Sekitar

Pria yang dipanggil dr. Haedar ini bertugas sejak tanggal 17 hingga 20 Maret 2022 ini mengaku, diperlukan kecakapan klinis dan kerja sama yang baik antar tim.

“Begitu menempati pos di sirkuit, kami akan siaga dalam kondisi apapun, baik dijemur panas terik maupun hujan deras, hingga balapan selesai,” ujarnya dilansir dari laman UB.

Semua tenaga medis, imbuh Haedar, wajib terlatih dan menguasai detil medical plan.

“Medical plan ini disahkan oleh Federasi Balap Motor Internasional (FIM), sehingga tidak melakukan kesalahan saat tindakan medis”, ujarnya.

Di MotoGP Mandalika, Haedar bekerja sama dengan perawat, dokter umum dan dokter spesialis emergency.

“Di Mandalika, dokter spesialis emergency medicine ditempatkan di ambulans, di safety car di Medical Center, dan di helicopter. Kami dipimpin oleh Chief Medical Officer (CMO) di Race Control”, terangnya.

Apresiasi positif pun diberikan kepada tim medis yang telah bertugas di Mandalika. Salah satunya datang dari Dorna Sports.

Related posts