16 February 2021 : 02.25

Gas Terus, Signor Rossi!

Share on whatsapp
Share on twitter
Share on telegram
Share on facebook
Jakarta, CNN Indonesia —

“Gas-gas” dalam lafal bahasa Indonesia. Itu adalah kata-kata yang biasa dilontarkan pembalap MotoGP ketika bertemu penggemar asal Indonesia, termasuk Valentino Rossi.

Rossi merupakan pembalap yang paling dekat dengan penggemar. Meski hasil buruk sedang didapat, The Doctor berusaha semaksimal mungkin melayani permintaan selfie atau tanda tangan dari penggemar yang hadir langsung di sirkuit.

Mungkin hal itu yang membuat Rossi tetap memiliki banyak penggemar hingga saat ini, meski prestasi di atas sirkuit MotoGP terus meredup. Rossi tetap konsisten menganggap penggemar adalah bagian penting dalam kariernya.

Konsistensi yang sama juga ditunjukkan Rossi di atas sirkuit. Meski terus terpuruk di MotoGP, namun Rossi tidak menyerah. Rossi terus nge-gas!

Setelah didepak tim pabrikan Yamaha, Rossi pindah ke Petronas Yamaha di MotoGP 2021 usai menandatangani kontrak berdurasi satu musim.

Valentino Rossi di MotoGP Portugal 2020.Valentino Rossi tak lagi berada di tim pabrikan Yamaha. (Dorna Sports)

MotoGP 2021 disebut-sebut akan menjadi musim terakhir Rossi sebelum pensiun. Terlebih setelah muncul kabar VR46 akan membeli tim Esponsorama Avintia dan menjalankan tim VR46 MotoGP mulai 2022.

Banyak pihak menyakini Rossi akan lebih fokus bekerja di belakang layar sebagai pemilik tim usai MotoGP 2021. Tapi, Rossi belum menunjukkan tanda-tanda ingin pensiun.

Terakhir Rossi mengatakan akan memutuskan masa depan setelah enam atau tujuh balapan MotoGP 2021. Artinya, Rossi masih membuka peluang tampil di MotoGP 2022. Di usia sudah 43 tahun!

Entah sudah berapa banyak suara-suara sumbang yang didengar Rossi terkait kariernya. Suara-suara yang mendesaknya untuk pensiun dari MotoGP.

“Rossi sudah terlalu tua untuk MotoGP. Meski ini sulit diterima, tapi Rossi harus jujur terhadap diri sendiri. Kondisi ini tidak baik, Anda terus memaksa dan tidak meraih hasil bagus. Pembalap MotoGP saat ini rata-rata 20 tahun, mereka adalah generasi berbeda,” ujar Marco Melandri, salah satu rival Rossi.

Italian rider Valentino Rossi of the Monster Energy Yamaha MotoGP, right, walks after falling down during the MotoGP race of the French Motorcycle Grand Prix at the Le Mans racetrack, in Le Mans, France, Sunday, Oct. 11, 2020. (AP Photo/David Vincent)Valentino Rossi tampil buruk di MotoGP 2020 seiring banyaknya kecelakaan yang dialami. (AP/David Vincent)

Suara-suara sumbang itu selalu muncul. Terutama ketika Rossi meraih hasil buruk, seperti musim lalu. MotoGP 2020 merupakan musim terburuk sepanjang karier Rossi di kelas primer Grand Prix setelah finis di posisi 15 dengan 66 poin.

Jika melihat penampilan Rossi di MotoGP dalam beberapa musim terakhir, pantas kiranya kritikan itu muncul. Hal itu pun diakui Rossi.

“Hal normal jika kritikan itu muncul karena usia dan posisi karier saya saat ini. Ketika saya melalui tiga balapan yang buruk, orang-orang akan mulai mengatakan, ‘Dia sudah tua, sudah saatnya tetap di rumah’,” ucap Rossi.

Namun dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di MotoGP, sudah sepantasnya juga Rossi berhak percaya diri masih bisa berprestasi di MotoGP 2021.

Jika Rossi gagal total di MotoGP 2020 karena dianggap sudah tua, lalu bagaimana dengan Maverick Vinales?

Vinales masih 26 tahun dan hanya mampu meraih satu kemenangan dan total tiga finis podium di MotoGP 2020 bersama Yamaha. Sebuah catatan yang tidak impresif bagi pembalap yang 16 tahun lebih muda daripada Rossi dan menggunakan sepeda motor M1 yang sama.

Perbandingan di atas membuktikan Rossi terpuruk di MotoGP 2020 bukan karena usia, melainkan karena sepeda motor M1 tim pabrikan Yamaha yang tidak kompetitif.

Valentino Rossi, Francesco 'Pecco' Bagnaia, Andrea Dovizioso, Luca Marini, Miguel Oliveira, Fabio Quartararo menjalani konferensi pers jelang MotoGP San Marino 2020 di Sirkuit Misano, Kamis (10/9).Valentino Rossi masih jadi magnet besar di dunia MotoGP. (Dorna Sports)

Rossi pun sudah mengungkapkan salah satu alasan kenapa tim pabrikan Yamaha terpuruk musim lalu, yakni mekanik Yamaha asal Jepang tidak pernah mendengar masukan dari pembalap.

“Saya tahu saya penuh motivasi dan saya bisa tampil kuat, karena saya merasa dalam kondisi fisik yang bagus. Tapi, semuanya tergantung perasaan saya dengan sepeda motor,” ujar Rossi.

MotoGP 2021 akan jadi penentuan bagi Rossi. Jika mampu tampil kompetitif bersama Petronas Yamaha, yang notabene tim satelit, Rossi akan sukses membungkam kritikan. Perlu diingat, Rossi memulai dua musim kelas primer Grand Prix bersama tim satelit Nastro Azzurro Honda dan sukses menjadi juara dunia pada 500cc 2001.

Kalaupun Rossi gagal berprestasi di MotoGP 2021, maka kondisi itu bukan bencana bagi The Doctor. Rossi akan tetap tercatat sebagai salah satu pembalap terhebat dalam sejarah MotoGP.

Tidak ada pihak yang bisa menghapus apa yang sudah dilakukan Rossi untuk dunia MotoGP. Jadi gas terus, Signor Rossi!

[Gambas:Video CNN]

(ptr)

Contact Us

Contact us

FAQ

Advertise with us

About Us

Cookie Policy

Terms & Condition