10 February 2021 : 05.47

Hasil Evaluasi PBSI: Pebulutangkis Pelatnas Kegemukan

Share on whatsapp
Share on twitter
Share on telegram
Share on facebook

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Tiga turnamen berkategori BWF super 1000 di Thailand pada bulan Januari 2021 menjadi bahan evaluasi penting bagi induk organisasi bulu tangkis Indonesia, PBSI.

Wakil Indonesia hanya membawa “oleh-oleh” satu gelar dari sektor ganda putri pada ajang Yonex Thailand Open 2021, yakni Greysia Polii/Apriyani Rahayu.

Sementara sektor lainnya sarat akan bahan evaluasi.

Kabid Binpres PBSI, Rionny Mainaky, bahkan terus terang mengkritik soal daya juang atlet.

Rionny menegaskan bahwa wakil-wakil Indonesia kebanyakan tak punya daya juang dalam tiga turnamen di Thailand tersebut.

Baca juga: Pengacara Ungkap Sosok Pebulu Tangkis yang Dekat dengan Edhy Prabowo, Ternyata Bukan Debby

Selain kurangnya daya juang, evaluasi lain disampaikan oleh Kepala Sub Bidang Pengembangan Sport Science PP PBSI, Iwan Hermawan.

Yang disorot Iwan adalah kondisi fisik para pebulu tangkis Indonesia yang kendor dan beberapa dari mereka tak ideal.

Menurut Iwan, beberapa pemain yang saat ini berada di Pelatnas Cipayung mengalami kegemukan.

“Untuk beberapa pemain yang overweight [kegemukan] juga kami fokuskan kondisi fisiknya agar kembali ideal, karena kalau sudah overweight [kegemukan] kerja ototnya dan kerja untuk menggerakkan tubuhnya butuh tenaga ekstra di samping geraknya menjadi lambat. Pada akhirnya ini mempengaruhi daya tahan yang menjadi pondasi dari semua,” ujar Iwan dalam rilis resmi PBSI.

Masalah fisik para pemain juga jadi hal yang diakui sebagai kelemahan yang masih tampak di Thailand dan harus diperbaiki untuk persiapan tur Eropa.

Related Post

Contact Us

Contact us

FAQ

Advertise with us

About Us

Cookie Policy

Terms & Condition