Itinerari 7 Hari 6 Malam Nonton MotoGP di Mandalika, Banyak Bonus Destinasi Menarik

  • Whatsapp

KOMPAS.com – Indonesia akan menjadi tuan rumah gelaran MotoGP 2022 di Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada 18-20 Maret 2022. Ini merupakan kali pertama setelah 25 tahun Indonesia absen menggelar event tersebut.

Bagi kamu penggemar balap motor, gelaran MotoGP seri Mandalika dapat menjadi kesempatan emas untuk menyaksikan pebalap motor dunia, seperti Marc Marquez, Fabio Quartararo, Pecco Bagnaia, Johan Mir, dan Andrea Dovisiozo, dari dekat.

Selain menonton balapan, kamu juga bisa menjelajah Mandalika yang merupakan salah satu Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP). Idealnya, kamu membutuhkan waktu seminggu atau tiga sampai empat hari sebelum balapan untuk mendapatkan pengalaman yang menyenangkan.

Tak perlu bingung dalam merencanakan liburan sambil menonton ajang balap tersebut. Pasalnya, Kompas.com sudah menyusun itinerari menarik buat kamu. Tak sekadar menonton balapan, kamu juga bisa berkunjung ke banyak destinasi menarik di Mandalika. Berikut uraiannya.

Hari pertama, Senin (14/3/2022): Wisata Sekitar Kota Mataram

Untuk mengawali minggu, kamu bisa memulai perjalanan wisata dengan mengunjungi sejumlah destinasi di sekitar Ibu Kota NTB, yakni Kota Mataram. Salah satunya adalah Taman Mayura.

Taman ini terdiri dari dua bagian, yaitu area taman dan pura. Area taman tertata rapi dan dikelilingi pohon manggis. Ada pula kolam yang di tengahnya berdiri sebuah bangunan bernama “Rat Kerte”.

Sementara itu, pada bagian kompleks pura, kamu akan menemukan empat pura utama, yakni Pura Gunung Rinjani, Pura Ngelurah, Pura Padmasana, dan Pura Gedong.

Setelah dari Taman Mayura, kamu bisa mampir ke destinasi Pura Lingsar yang terletak di Desa Lingsar, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Destinasi ini hanya berjarak 7,4 kilometer (km) atau 14 menit perjalanan darat dari Taman Mayura.

Selama 250 tahun terakhir, tempat tersebut menjadi cermin kerukunan hidup antar agama dan suku yang berbeda di Pulau Lombok. Pura Lingsar didirikan oleh Kerajaan Karangasem dari Bali saat berkuasa di Pulau Lombok pada abad ke-18.

Seperti namanya, bangunan itu merupakan tempat ibadah umat Hindu. Namun, di dalam kompleks itu juga terdapat situs Kemaliq yang dihormati masyarakat Sasak, suku asli Lombok yang beragama Islam, terutama pengikut ajaran Wetu Telu.

Warga saling lempar dengan ketupat saat tradisi Perang Topat, di Pura Lingsar, Lombok Barat, Rabu (11/12/2019). Perang topat adalah tradisi di Lombok yang merupakan warisan leluhur dan diyakini merupakan simbol perdamaian dan pemersatu antarumat beragama.Dok. Kompas.com Warga saling lempar dengan ketupat saat tradisi Perang Topat, di Pura Lingsar, Lombok Barat, Rabu (11/12/2019). Perang topat adalah tradisi di Lombok yang merupakan warisan leluhur dan diyakini merupakan simbol perdamaian dan pemersatu antarumat beragama.

Puas menjelajah, kamu bisa bergeser ke Taman Narmada yang berjarak sekitar 6,8 km atau 16 menit perjalanan darat dari Pura Lingsar. Taman ini merupakan replika Gunung Rinjani yang dibuat oleh Anak Agung Ngurah Karangasem pada 1727. Kala itu, dia sudah tidak kuat lagi mendaki Rinjani untuk berdoa.

Narmada sendiri diambil dari nama anak sungai Gangga di India yang berarti mata air atau sumber kehidupan.

Selain tempat pemujaan, taman seluas hampir tiga hektare (ha) itu juga menjadi tempat peristirahatan raja pada musim kemarau. Taman tersebut juga sering digunakan untuk tempat upacara keagamaan umat Hindu.

Hari kedua, Selasa (15/3/2022): Wisata tiga gili dan Bukit Malimbu

Pada hari kedua, kamu bisa mengeksplorasi tiga pulau (gili) yang tersohor di Pulau Lombok. Ketiga pulau tersebut adalah Gili Trawangan, Gili Air, dan Gili Meno.

Perjalanan ke Gili Trawangan yang terletak paling jauh dari Lombok hanya memerlukan waktu setengah jam dengan menggunakan kapal. Sementara itu, untuk berpindah dari satu gili ke gili lain, kamu cukup menghabiskan waktu sekitar 10 menit.

Gili Trawangan di Kabupaten Lombok Utara, NTB.
Dok. Kompas.com Gili Trawangan di Kabupaten Lombok Utara, NTB.

Selain menikmati keindahan panorama pantai yang cantik, kamu juga bisa melakukan berbagai aktivitas seru di ketiga gili tersebut, seperti snorkeling, diving, dan berselancar.

Jika masih memiliki waktu cukup saat kembali ke Pulau Lombok, kamu bisa menyambangi Bukit Malimbu.

Bukit itu terletak di sisi Pantai Malimbu, Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara.

Di Bukit Malimbu, kamu dapat melihat pemandangan Gunung Agung di Bali, Pulau Gili Trawangan, Gili Air, dan Gili Meno. Sambil berburu sunset, kamu bisa menjajal berbagai jajanan dan membeli cendera mata khas Lombok.

Hari ketiga, Rabu (16/3/2022): Wisata Air Terjun

Sebelum menjadi saksi persaingan panas pada kompetisi MotoGP, kamu bisa menyempatkan diri untuk menikmati kesejukan sejumlah wisata air terjun di Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Salah satunya adalah Air Terjun Tiu Kelep yang berada di kaki Gunung Rinjani.

Tempat itu digadang-gadang sebagai salah satu air terjun paling romantis sehingga cocok dikunjungi bersama pasangan.

Destinasi wisata tersebut menawarkan pemandangan asri yang menyegarkan mata. Kamu juga dapat menikmati pantulan pelangi dari kolam pada waktu tertentu. Selain itu, di lokasi ini, kamu juga dapat menghirup aroma hutan hujan tropis dan bunga kopi yang semerbak.

Tak sampai 500 meter (m) dari lokasi tersebut, kamu juga bisa menemukan Air Terjun Sendang Gile. Lokasi ini menyuguhkan air terjun di tebing bertingkat dengan udara sejuk dan pemandangan hijau yang asri.

Air Terjun Sendang Gile di Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat.Dok. Kompas.com Air Terjun Sendang Gile di Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat.

Dengan ketinggian 30 m, Air Terjun Sendang Gile menyuguhkan air jernih yang menyegarkan. Kamu juga akan merasakan sensasi menenangkan ketika menikmati pancuran air dari ketinggian.

Hari keempat, Kamis (17/3/2022): Wisata Mandalika

Sebelum menonton gelaran MotoGP, ada baiknya kamu melengkapi perjalanan wisata dengan mengunjungi sejumlah ikon wisata di Mandalika, misalnya Desa Sade.

Dinas pariwisata setempat menjadikan Sade sebagai desa wisata karena memiliki keunikan. Desa ini juga menjadi rumah bagi suku Sasak.

Walaupun berada persis di samping jalan raya dengan aspal yang mulus, penduduk Desa Sade di Rembitan, Lombok Tengah, masih berpegang teguh menjaga keaslian desa. Hal ini terlihat dari bangunan rumah adat yang berlantai tanah liat atau gerabah, dinding anyaman bambu, dan beratap alang-alang. Di sini, kamu juga bisa menemukan kain tenun khas Lombok.

Selain di Desa Sade, kamu juga bisa menemukan beragam kain tenun khas Lombok di Desa Sukarare. Saat berada di sini, kamu bisa melihat sekaligus belajar membuat kain tenun atau songket.

Tak hanya mencoba menenun, kamu bisa berfoto-foto menggunakan pakaian tradisional khas Lombok dengan latar belakang rumah penduduk.

Destinasi berikutnya yang bisa kamu kunjungi adalah Pantai Tanjung Aan. Lantaran masih asri, pantai ini menjadi salah satu andalan pariwisata di Lombok.

Pantai Tanjung Aan yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia, memiliki garis pantai kurang lebih 2 km, dan dikelilingi oleh Bukit Merese.

Pantai Tanjung Aan memiliki garis pantai sepanjang 2 kilometer (km) dengan pasir putih yang unik. 
Dok. Indonesia Travel Pantai Tanjung Aan memiliki garis pantai sepanjang 2 kilometer (km) dengan pasir putih yang unik.

Lokasi pantai tepat berada di Sengkol, Kuta, Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Pantai ini memiliki dua jenis pasir yang membentang di sepanjang pantai, yaitu pasir halus bertekstur seperti tepung dan pasir bertekstur seperti merica.

Pantai Tanjung Aan memiliki ombak yang tidak terlalu besar sehingga cocok untuk berenang, snorkeling, dan berselancar.

Tak jauh dari Pantai Tanjung Aan, kamu juga bisa menikmati keindahan Pantai Kuta Mandalika. Pantai ini cocok bagi pecinta olahraga air, seperti berselancar, snorkeling, dan diving. Fasilitas di Pantai Kuta juga tergolong lengkap dengan keberadaan area parkir, toilet, kulineran, musala, penginapan, dan penyewaan alat watersport.

Hari kelima, Jumat (18/3/2022) hingga hari ketujuh, Minggu (20/3/2022)

Waktu yang ditunggu tiba. Mulai Jumat, kamu bisa mulai menonton latihan bebas MotoGP Pertamina Grand Prix of Indonesia #DiIndonesiaAja, tepatnya di Pertamina Mandalika International Street Sirkuit.

Untuk diketahui, MotoGP 2022 akan berlangsung dalam 21 seri dan Indonesia termasuk sebagai tuan rumah pada seri kedua.

Sebelum memasuki event puncak pada Minggu, para pebalap akan mengikuti kualifikasi pada Sabtu di sirkuit dengan panjang lintasan 4,31 km itu.

Itulah itinerari nonton balapan MotoGP selama 7 hari 6 malam yang bisa kamu ikuti. Jangan lupa untuk #BeliKreatifLokal berupa suvenir khas NTB, seperti kain tenun Sasak, abon ikan, kopi, olahan susu kuda liar, olahan rumput laut, aksesori mutiara, dan madu hutan.

Sebelum berlibur menonton balapan MotoGP nanti, pastikan kamu sudah mendapatkan vaksin Covid-19 minimal dua dosis. Pasalnya, vaksinasi dapat melindungi diri dan orang terdekat dari Covid-19 serta menjadi syarat utama untuk bepergian menikmati panorama indah #WonderfulIndonesia.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan bahwa vaksinasi dan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes) 6M menjadi salah satu poin penting dalam perhelatan MotoGP Mandalika 2022.

Pembalap WithU Yamaha RNF MotoGP Team Andrea Dovizioso berjalan saat sesi tes pramusim MotoGP 2022  di Pertamina Mandalika International Street Circuit, Lombok Tengah, NTB, Kamis (10/2/2022). Sesi tes pramusim di sirkuit Mandalika tersebut akan berlangsung hingga Minggu (13/2/2022). ANTARA FOTO/Andika Wahyu/foc.ANDIKA WAHYU Pembalap WithU Yamaha RNF MotoGP Team Andrea Dovizioso berjalan saat sesi tes pramusim MotoGP 2022 di Pertamina Mandalika International Street Circuit, Lombok Tengah, NTB, Kamis (10/2/2022). Sesi tes pramusim di sirkuit Mandalika tersebut akan berlangsung hingga Minggu (13/2/2022). ANTARA FOTO/Andika Wahyu/foc.

Jika berkesempatan mendapatkan vaksin booster Covid-19, segeralah mengunjungi sentra vaksinasi. Dengan demikian, imunitas terhadap Covid-19 semakin kuat.

Menparekraf juga mengajak semua pihak untuk memperkuat kolaborasi dalam mempersiapkan gelaran yang akan memberikan dampak besar tersebut, baik secara ekonomi maupun nonekonomi, bagi Indonesia.

“Saya mengajak semua pihak untuk dapat terus memperkuat kolaborasi dalam mempersiapkan ajang balap MotoGP Mandalika, mulai dari hal teknis, infrastruktur, akomodasi, transportasi, hingga penerapan prokes,” kata Sandiaga seperti dikutip dari laman Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Kamis (10/2/2022).

Tak hanya saat menonton balapan, masyarakat juga diminta untuk memastikan bahwa destinasi serta penginapan yang dipilih saat berkunjung ke Mandalika sudah menerapkan prokes serta tersertifikasi Cleanliness, Health, Safety, dan Environmental Sustainability (CHSE). Untuk mengetahuinya, kamu dapat mengunjungi laman indonesia.travel.

Sandiaga menjelaskan, guna membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf), pemerintah telah melakukan berbagai upaya.

Kemenparekraf juga telah menggenjot sertifikasi CHSE terhadap pelaku industri parekraf. Hasilnya, sebanyak 6.700 industri telah tersertifikasi CHSE pada 2021.

Bagi kamu yang ingin mengetahui informasi seputar pariwisata dan berbagai produk ekonomi kreatif #DiIndonesiaAja, kamu bisa mengikuti akun Instagram @pesonaid_travel dan akun TikTok @pesonaindonesiaofficial.

Selain informasi terkini, kamu bisa pula mengikuti program berhadiah Pesona Punya Kuis (PUKIS) dengan total hadiah senilai jutaan rupiah yang digelar Kemenparekraf.

Cara mengikutinya cukup mudah, yakni dengan menjawab satu pertanyaan yang diberikan melalui akun Instagram tersebut, dan tag tiga orang teman.

Related posts