18 January 2021 : 09.50

Joan Mir Juara Dunia MotoGP 2020, Tak Butuh Diakui Marc Marquez

Share on whatsapp
Share on twitter
Share on telegram
Share on facebook

Jakarta

Marc Marquez pernah mengatakan bahwa Joan Mir merupakan juara yang pantas usai merebut titel MotoGP 2020. Mir menegaskan, dirinya tak butuh diakui Marquez.

Cedera panjang yang dialami Marquez di seri pertama membuat persaingan di musim lalu lebih terbuka. Pada prosesnya Mir di luar dugaan tampil sebagai pemenang untuk merebut titel juara dunia pertamanya, sekaligus gelar pertama Suzuki dalam 20 tahun.

Kendati demikian, tidak sedikit yang meragukan kelayakan Joan Mir. Berbagai pendapat bermunculan di antaranya Mir hanya sekali memenangi balapan (seri Eropa), bahkan tidak pernah merebut pole position ataupun putaran terkencang. Alasan yang lebih besar lagi adalah karena Mir tidak mengalahkan Marquez, sebagai rider terkuat.

Meski demikian, Marc Marquez memastikan bahwa Mir memang layak juara dunia karena paling konsisten. “Dia yang paling teratur, juara dunia yang pantas mendapatkannya. Dalam sebuah musim di mana konsistensi adalah kuncinya, Mir pada akhirnya merebut kejuaraan tanpa melakukan sesuatu yang istimewa,” kata dia pada awal bulan ini.

Atas suksesnya di 2020, Joan Mir diganjar penghargaan sebagai pebalap terbaik oleh media otomotif top, Autosport. Mir berkukuh, titel juara dia itu memiliki nilai yang setara dengan musim yang sudah-sudah.

“Aku tidak membutuhkan pendapat Marquez, karena di dalam diriku kami tahu bahwa ada risiko besar di olahraga ini,” ungkap Mir kepada Motorsport.com. “Dan kami juga harus bermain dengan risiko ini, kami juga harus bermain dengan batas. Penting untuk tidak melewati batas, karena Anda bisa cedera. Dan dalam perkara ini, Marc tidak tersentuh selama bertahun-tahun belakangan ini.”

“Dia membuat satu kesalahan di balapan pertama dan ada banyak kejuaraan di mana pebalap utama kecelakaan atau cedera lalu kemudian pebalap lain mengambil peluang untuk memenangi kejuaraan. Ini bukan berarti kejuaraannya menjadi kurang bernilai.”

“Kalau Anda harus mengambil titel juara dari banyak orang yang sudah menang dengan cara seperti ini, mungkin trofi yang kupunya ini dengan seluruh [kemenangan] di kejuaraan yang ada di dalamnya dibuat untuk pebalap yang hampir tidak ada,” ceplos Joan Mir.

(rin/krs)

Related Post

Contact Us

Contact us

FAQ

Advertise with us

About Us

Cookie Policy

Terms & Condition