25 April 2021 : 11.44

Krisis Covid-19 Makin Parah, Belasan Negara Ini Melarang Penerbangan dari India

Share on whatsapp
Share on twitter
Share on telegram
Share on facebook

TRIBUNNEWS.COM – Sejumlah negara Asia hingga Eropa menutup penerbangannya untuk India sementara, karena gelombang dua pandemi Covid-19 di negara itu.

Dilansir Bussines Today pada Sabtu (24/4/2021), selain lonjakan kasus Covid-19, negara-negara ini melarang penerbangan dari India karena virus ‘mutan ganda’ yang ditemukan di sana.

Indonesia sendiri telah menghentikan pembuatan visa bagi WNA dari India mulai hari ini, Minggu (25/4/2021).

“Berdasarkan hasil pencermatan tersebut, pemerintah memutuskan untuk menghentikan pemberian visa bagi orang asing yang pernah tinggal dan atau mengunjungi India dalam kurun waktu 14 hari,” kata Menteri Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam konferensi pers, Jumat (23/4/2021), dikutip dari Kompas

Sebelumnya, pada Rabu (23/4/2021), sebanyak 12 dari 127 warga India yang tiba di Indonesia terkonfirmasi positif Covid-19.

Baca juga: Imigrasi Soekarno-Hatta Pulangkan 32 Warga Negara India

Baca juga: Krisis Covid-19 India Makin Parah, Rumah Sakit Mulai Putus Asa, Stok Oksigen Menipis

Foto ilustrasi situasi Covid-19 di India: Seorang penjaga keamanan memasang pemberitahuan yang menginformasikan tidak tersedianya tempat tidur untuk pasien di rumah sakit swasta di tengah pandemi virus corona Covid-19 di Allahabad pada 22 April 2021.
Foto ilustrasi situasi Covid-19 di India: Seorang penjaga keamanan memasang pemberitahuan yang menginformasikan tidak tersedianya tempat tidur untuk pasien di rumah sakit swasta di tengah pandemi virus corona Covid-19 di Allahabad pada 22 April 2021. (Sanjay KANOJIA / AFP)

Berikut daftar negara yang melarang penerbangan dari dan ke India:

1. Iran

Iran memutuskan melarang pendatang dari India dan Pakistan mulai Minggu tengah malam.

“Virus corona India merupakan ancaman baru yang kita hadapi. Virus India lebih berbahaya daripada varian Inggris dan Brasil,” kata Presiden Iran, Hassan Rouhani.

2. Kuwait

Contact Us

Contact us

FAQ

Advertise with us

About Us

Cookie Policy

Terms & Condition