15 February 2021 : 11.44

Menristek Sebut Mutasi Virus Covid-19 Sudah Sampai di Pulau Jawa, Bagaimana Penanganannya?

Share on whatsapp
Share on twitter
Share on telegram
Share on facebook

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fandi Permana

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kementerian Riset dan Teknologi sedang mengkaji berbagai kemungkinan mutasi virus Covid-19 di Indonesia.

Baru-baru ini, Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) sekaligus Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro mensinyalir telah terjadi strain atau mutasi Covid-19 di Indonesia.

Bambang menduga kuat hal itu berasal dari Whole Genome Sequence (WGS) virus SARS-CoV-2 sebanyak 416 sampel dan berasal dari Indonesia yang telah dikirimkan ke Lembaga Penilitian asal Jerman, GISAID untuk diteliti.

Dari jumlah WGS yang sudah dikirim, 392 WGS telah teridentifikasi genetiknya per 14 Februari 2021.

Identifikasi dilakukan oleh Kemenristek melalui Lembaga Penelitian Eijkman.

“Dua clade yang mendominasi WGS di Indonesia itu berarti sudah ada. Dalam tanda kutip, mutasi terkait strain virus baru Covid-19 di Indonesia kemungkinan sudah terjadi,” kata Bambang dalam webinar Inovasi Indonesia bertema Genomic Surveilance, Mutation and Vaccine, Senin (15/2/2021).

Ilustrasi Strain Baru Covid-19, Mutasi Virus Corona yang Pertama Kali Ditemukan di Inggris, Apa Gejalanya?
Ilustrasi Strain Baru Covid-19, Mutasi Virus Corona yang Pertama Kali Ditemukan di Inggris, Apa Gejalanya? (The Quint)

Lebih lanjut ia menjelaskan, tipe genetik strain Covid-19 terbanyak yang ditemukan di Indonesia adalah jenis GH sebanyak 231 atau sekitar 59 persen dari keseluruhan WGS yang telah teridentifikasi.

Baca juga: Mutasi Ganda Virus Covid-19

Selanjutnya, tipe genetik Covid-19 terbesar kedua adalah GR yang mencapai 74 atau sebesar 19 persen dari WGS yang rampung diidentifikasi.

Dari sisi distribusi penyebaran, mutasi Covid-19 itu disinyalir telah bertransmisi di beberapa provinsi di Indonesia. Kemenristek menduga mutasi Covid-19 telah terjadi di pria provinsi yang memiliki jumlah kasus tinggi seperti DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur.

“Memang terus dikaji, bersama GISAID dan Eijkman kita berfokus untuk memantau di provinsi dengan sebaran kasus tertinggi seperti DKI Jakarta, Jabar, Jateng, dab Jatim. Tetapi kita juga perlu diverifikasi untuk memastikan kita dapat mengetahui dengan baik apa yang terjadi dengan mutasi Covid-19 tersebut,” tuturnya.

Sebelumnya, pemerintah berupaya mengantisipasi kemunculan strain baru Covid-19 dengan berbagai cara. Salah satunya dengan mendukung semua penelitian terkait SARS-CoV-2 maupun Covid-19 termasuk pengembangan vaksin dan antivirus hingga penguatan surveilans virologi.

Dalam webinar itu, Bambang turut mendorong alat uji atau test Covid-19 karya UGM yakni GeNose C19. Alat ini diharapkan menjadi screening utama virus Covid-19.

Contact Us

Contact us

FAQ

Advertise with us

About Us

Cookie Policy

Terms & Condition