5 August 2021 : 02.28

Meraba Masa Depan Kevin/Marcus dan Ahsan/Hendra

Share on whatsapp
Share on twitter
Share on telegram
Share on facebook

Jakarta, CNN Indonesia —

Walau berat diungkapkan, walau perih diucapkan, namun harus diakui bahwa nomor ganda putra Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020 gagal memenuhi target.

Terlepas dari perjuangan yang sudah ditunjukkan di lapangan oleh Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, nomor ganda putra tidak bisa memenuhi status sebagai nomor yang diunggulkan oleh PBSI.

Di atas kertas, nomor ganda putra adalah ujung tombak untuk meraih medali emas di Olimpiade Tokyo. Kevin/Marcus jadi unggulan pertama sedangkan Ahsan/Hendra merupakan unggulan kedua.

Dibanding dengan dua kegagalan di Olimpiade sebelumnya, kegagalan ganda putra meraih medali kali ini jadi kegagalan yang paling menyakitkan. Hal itu merujuk pada fakta bahwa Kevin/Marcus dan Ahsan/Hendra sangat konsisten di seri turnamen BWF sebelum akhirnya laju turnamen terganggu pandemi corona.

Berdasarkan tren sebelumnya, selepas Olimpiade seringkali terjadi perubahan pasangan di Indonesia. Candra Wijaya dan Tony Gunawan pada 2001, beberapa bulan setelah juara Olimpiade.

Duet Ahsan dan Hendra pun disandingkan setelah Olimpiade London 2012. Dalam tren yang sudah-sudah, perubahan pasangan beberapa kali terjadi dalam rangka proyeksi empat tahunan menyongsong gelaran Olimpiade berikutnya.

Menilik usia, Kevin berusia 26 tahun, Marcus berumur 30 tahun. Ahsan bakal berusia 34 tahun sementara Hendra akan menginjak umur 37 tahun. Pembicaraan mengenai kemungkinan perubahan pasangan ganda putra pun sudah mulai beredar di kalangan penggemar badminton.

Pebulu tangkis ganda putra Indonesia Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo mengembalikan kok ke arah ganda putra Malaysia Aaron Chia/Wooi Yik Soh dalam perempat final Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Jepang, Kamis (29/7/2021). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/aww.Kevin/Marcus tersisih di babak perempat final Olimpiade. (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)

Selepas Olimpiade Tokyo, pelatih ganda putra Herry Iman Pierngadi tentu bakal duduk dan menentukan proyeksi jangka panjang. Herry IP juga mungkin bakal membuka sesi diskusi untuk melihat fokus dan ambisi yang diinginkan pemain dalam tahun-tahun mendatang.

Namun khusus untuk tahun ini, ada perbedaan yang patut diperhatikan. Biasanya, selepas Olimpiade hanya akan berlangsung seri turnamen BWF biasa.

Momen seperti itu akan mudah membuat keputusan untuk ganti pasangan lantaran turnamen penting masih bakal berlangsung beberapa bulan kemudian seperti All England yang biasanya berlangsung di bulan Maret.

Namun untuk tahun ini, akhir tahun masih menyisakan sejumlah turnamen badminton yang vital dan meriah. Piala Sudirman, Piala Thomas, dan Kejuaraan Dunia, plus tiga turnamen akhir tahun di Indonesia adalah turnamen yang menunggu untuk digelar.

Kehadiran turnamen ini hampir dipastikan bakal membuat tidak ada perubahan pasangan yang dilakukan dalam waktu dekat.

Indonesia masih membutuhkan Kevin/Marcus sebagai andalan di Piala Sudirman dan Piala Thomas. Selain itu gelar di Kejuaraan Dunia merupakan gelar yang masih mereka buru sejak awal berpasangan.

Beban Kevin dan Marcus sebagai ganda putra nomor satu dunia memang berat dalam empat tahun terakhir. Mereka sering merajai turnamen namun tak pernah mendapat medali Kejuaraan Dunia.

Sedikit banyak kegagalan di Kejuaraan Dunia turut mempengaruhi pola pikir mereka menghadapi kejuaraan besar macam Olimpiade.

Karena itu besar kemungkinan hasil Kevin/Marcus di Kejuaraan Dunia 2021 juga bakal turut mempengaruhi masa depan pasangan berjuluk ‘Minions’ ini. Herry IP mungkin bakal mengambil keputusan terkait Minions selepas Kejuaraan Dunia.

Karena kekhususan Olimpiade 2020 yang digelar di 2021 ini pula, ganti pasangan tidak akan mudah dilakukan.

Di level pelatnas, pemain yang bisa sejajar dengan Kevin dan Marcus adalah Fajar Alfian dan Muhammad Rian Ardianto.

Pertukaran pasangan di antara mereka adalah hal yang paling memungkinkan karena level bermain yang tidak jauh. Namun kondisi itu bakal membuat Indonesia kehilangan dua pasang sekaligus di papan atas ganda putra dan memulai kembali semuanya dari awal.

Selain itu, bila menghitung per awal 2022, otomatis hanya ada waktu 2,5 untuk persiapan menuju Olimpiade. Hal ini jelas terbilang singkat bila yang biasanya berlangsung selama empat tahun.

Di atas kertas, Kevin/Marcus masih bisa jadi senjata utama nomor ganda putra.

Banner Testimoni

Memang, Olimpiade kemarin benar-benar sulit bagi Kevin/Marcus yang absen lama. Tanpa turnamen pemanasan, plus beban berat sebagai andalan meraih medali emas, Kevin/Marcus tidak bisa menyajikan level permainan terbaik saat kalah di perempat final.

Yang perlu diatur ulang dari Kevin/Marcus saat ini tentu mental terhadap beban di laga-laga besar. Dengan kekalahan di Olimpiade, posisi Kevin/Marcus tidak akan lagi sebagai ganda putra yang paling diburu.

Status itu kini jadi milik Lee Yang/Wang Chi Lin. Dengan status kini sebagai pemburu, Kevin/Marcus tentu diharapkan tak lagi menanggung beban berat seperti sebelumnya.

Baca lanjutan berita ini di halaman berikut >>>

Ahsan/Hendra Menikmati Karier


BACA HALAMAN BERIKUTNYA

Contact Us

Contact us

FAQ

Advertise with us

About Us

Cookie Policy

Terms & Condition