26 February 2021 : 08.28

NOC Bantah Indonesia Gagal Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2032

Share on whatsapp
Share on twitter
Share on telegram
Share on facebook
Jakarta, CNN Indonesia —

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali dan Ketua National Olympic Committee (NOC) Indonesia Raja Sapta Oktohari memastikan Indonesia masih berpeluang menjadi tuan rumah Olimpiade 2032.

Sebelumnya, media-media asing mengabarkan Brisbane telah dipilih oleh International Olympic Committee (IOC) untuk menjadi tuan rumah Olimpiade 2032. IOC dikabarkan menjadikan Brisbane sebagai pilihan utama dalam urutan pencalonan tuan rumah Olimpiade atau preferred dialogue tuan rumah Olimpiade 2032, Rabu (24/2).

“Saya Ketua Umum NOC Indonesia ingin meluruskan bahwa berita yang berkembang terkait proses bidding Olimpiade 2032 rasanya kurang tepat. Karena dari semua berita yang kami terima dari luar [negeri] isinya menyampaikan bahwa Brisbane sudah menjadi preferred dialogue,” ucap Okto saat konferensi pers bersama Menpora Zainudin Amali saat vaksinasi perdana atlet di Istora Senayan, Jumat (26/2).

Okto menjelaskan status preferred dialogue milik Brisbane bukan berarti Indonesia gagal dalam pencalonan sebagai tuan rumah Olimpiade 2032, melainkan Brisbane sudah berada di atas Indonesia soal persiapan pencalonan.

Status preferred dialogue yang didapat Brisbane membuat Indonesia tidak boleh lengah sedikitpun. Sebab, jika sedikit saja lengah Indonesia bisa semakin jauh tertinggal.

“Brisbane ada di depan kita dan kita berada pas di belakangnya. Ibaratnya balapan NASCAR, ini baru lap kelima dari 500 lap. Masih ada banyak hal yang bisa kita lajukan untuk mengejar Brisbane. Maka itu, sekarang kita sedang mengejarnya,” ujarnya.

Defile kontingen Indonesia saat acara pembukaan Asian Games ke 18 tahun 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu, 18 Agustus 2018. CNNIndonesia/Adhi Wicaksono.Indonesia ketik menggelar acara pembukaan Asian Games 2018. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Terlebih, sampai saat ini baik Brisbane maupun Indonesia belum ada yang didatangi langsung Presiden IOC Thomas Bach.

“Tapi kalau mau diadu, Indonesia lebih siap. Saat Asian Games dan Asian Para Games, Indonesia mendapatkan banyak apresiasi. Apalagi jumlah atlet di Olimpiade lebih sedikit dibanding Asian Games, meskipun jumlah negara dan nomor pertandingan lebih banyak, jadi penanganannya tidak jauh beda dan kita siap. Kami tidak akan kendor, justru ini meningkatkan adrenalin kami supaya bisa kasih yang terbaik,” ungkapnya.

Sementara dari hasil presentasi yang dilakukan NOC Indonesia secara virtual beberapa waktu lalu, IOC telah menyampaikan beberapa poin catatan. IOC juga menyampaikan kelebihan Indonesia jika berhasil menjadi tuan rumah Olimpiade 2032.

Banner Testimoni

Jika menjadi tuan rumah Olimpiade 2032, Indonesia sekaligus sebagai negara Asia Tenggara yang pertama. Dengan demikian Indonesia tidak hanya mewakili populasi 270 juta rakyat Indonesia, melainkan lebih dari 600 juta masyarakat se-Asia Tenggara.

Hal itu membuat IOC menetapkan status continue dialogue process yang artinya terbuka untuk melakukan pembicaraan lebih lanjut untuk mengantarkan Indonesia lebih dekat lagi sebagai tuah rumah Olimpiade 2032.

“Kami sudah menerima surat kemarin [Kamis] dari IOC yang menyampaikan secara terperinci bahwa semua proses yang sudah dilakukan Indonesia sudah diterima IOC, bahkan level Indonesia ditingkatkan menjadi continue dialogue process,” ucap Okto.

Rencananya, lanjut Okto, IOC bakal mengirimkan perwakilan ke Indonesia dalam waktu dekat. Kedatangan itu untuk bekerja bersama dalam melakukan evaluasi dan persiapan terkait bidding yang akan dilakukan Indonesia.

Di sisi lain, Menpora Amali mengatakan Keputusan Presiden (Keppres) untuk persiapan bidding Indonesia menjadi tuan rumah Olimpiade 2032 sudah dalam tahap finalisasi. Meski begitu, NOC tetap melalukan persiapan maksimal beriringan tanpa menunggu Keppres.

“Keppres sudah finalisasi, kami harapkan dalam waktu dekat sudah bisa selesai. NOC selalu melaporkan perkembangan persiapan bidding, dan semua masih berjalan sesuai rencana. Saya sempat kaget dengar kabar berita itu, tapi itu tidak benar. Kami masih berjuang untuk itu,” ujar Menpora Amali.

[Gambas:Video CNN]

(nva)

Contact Us

Contact us

FAQ

Advertise with us

About Us

Cookie Policy

Terms & Condition