Pebalap MotoGP Tak Pakai Masker Saat Bertemu Jokowi, Istana: Sudah PCR dan Vaksin Lengkap

  • Whatsapp

JAKARTA, KOMPAS.com – Sebanyak 20 pebalap MotoGP telah selesai melakukan kegiatan kunjungan ke Istana Merdeka dan parade dari Jalan Medan Merdeka Utara hingga kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Rabu (16/3/2022).

Namun, kehadiran para pebalap yang tidak menggunakan masker di Istana Merdeka saat bertemu Presiden Joko Widodo menjadi pertanyaan masyarakat dan warganet. Padahal, saat ini pandemi Covid-19 masih berlangsung di Indonesia dan belum resmi menjadi endemi.

Selasa kemarin, pihak Istana Kepresidenan telah menegaskan bahwa tetap akan menjalankan protokol kesehatan secara ketat meski kasus Covid-19 menurun. Hal ini terutama berlaku kepada siapa pun yang akan bertemu atau mendampingi Presiden Jokowi.

Baca juga: Begini Kesan Sejumlah Pebalap MotoGP Usai Bertemu Jokowi

Menanggapi para pebalap yang tidak menggunakan masker itu, Deputi Bidang Protokol, Pers dan Medis Sekretariat Presiden, Bey Machmuddin, menyatakan bahwa semua pebalap telah menjalani tes PCR dan hasilnya aman sebelum bertemu Presiden.

“Mereka sudah PCR, sudah vaksin lengkap. Kalau tidak divaksin malah tidak bisa masuk di kita sekarang ini. Semua insya allah aman. Jadi para pebalap sudah vaksin dan PCR,” ujar Bey saat dihubungi, Rabu siang.

Saat menyambut para pebalap, Presiden Jokowi tampak bebebrapa kali melepas masker. Presiden antar lain melepas masker saat berfoto bersama para pebalap di atas motor miliknya dan saat mengayunkan bendera star ketika melepas konvoi para pebalap.

Terkait hal itu Bey mengemukakan, aktivitas melepas masker yang dilakukan Presiden hanya saat berfoto dan saat akan melepas konvoi.

“Kan saat foto saja. Lepas masker waktu foto di motor (atas motor Jokowi). Waktu jalan ke depan gerbang pakai masker,” ujar dia.

“Setelah itu lalu melepas pebalap buka masker karena agar keliatan ekspresi saja ke pebalap-pebalap. Itu pun lokasinya terbuka, jaga jarak juga. Setelah itu pakai masker lagi,” tambahnya.

Sebelumnya, Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono mengatakan, meski jumlah kasus Covid-19 di Indonesia terus menurun, tetapi kewaspadaan dan kehati-hatian tetap masih diperlukan untuk mengantisipasi dari meluasnya penularan. Karena itu, Sekretariat Presiden tetap menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

Related posts