Persiapan Mandalika Jelang MotoGP 2022 Masuk Tahap Final

  • Whatsapp

KOMPAS.com – Persiapan Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), untuk menyambut wisatawan menjelang ajang MogoGP 2022 sudah memasuki tahap final. Salah satunya dari penyediaan transportasi angkutan darat.

Hal ini disampaikan oleh Deputi Bidang Produk Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Rizki Handayani Mustafa, dalam konferensi pers daring Penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2022.

“Persiapan sudah masuk tahap final di semua sektor. Mulai dari masuknya peserta dan wisatawan, angkutan pendukung, hingga fasilitas kesehatan,” ujar Rizki, Selasa (1/3/2022).

Menurutnya, dengan sisa waktu kurang dari tiga minggu, penyelenggara hanya tinggal merapikan atau beres-beres saja.

Baca juga:

Ia juga memastikan bahwa persiapan di semua sektor berada di bawah koordinasi Komandan Lapangan Marsekal (TNI) Hadi Tjahjanto.

“Tiap minggu kami tracing, sehingga kami tahu apa saja kekurangan yang masih harus dipersiapkan,” tambah dia.

Rizki berharap, Provinsi NTB khususnya Lombok, dapat menjadi destinasi internasional tidak hanya karena adanya event semata. Tetapi juga karena fasilitas kesehatan, transportasi, dan kesiapan masyarakat.

Kesiapan layanan transportasi angkutan darat dan fasilitas penunjang

Tradisi Bau Nyale dilaksanakan juga di Pantai Seger, dekat atau menjadi bagian dari penunjang keindahan Sirkuit Mandalika. Kisah Mandalika seolah gambaran dari sengketa lahan di kawasan sirkuit ini, yang belum juga selesai.FITRI R Tradisi Bau Nyale dilaksanakan juga di Pantai Seger, dekat atau menjadi bagian dari penunjang keindahan Sirkuit Mandalika. Kisah Mandalika seolah gambaran dari sengketa lahan di kawasan sirkuit ini, yang belum juga selesai.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat) Budi Setiyadi mengatakan, pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp 21,2 milIar guna mendukung MotoGP 2022.

Dengan anggaran tersebut, beberapa layanan yang disiapkan antara lain berupa shuttle bus, bus antarmoda, halte bus, penerangan jalan umum (PJU), dan manajemen rekayasa lalu lintas (MRLL).

“Pertama, ada sekitar 278 unit bus bantuan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk angkutan antarmoda,” ujar Budi.

Baca juga: Cara Beli Tiket MotoGP Mandalika 2022, Bisa Melalui Online dan Offline

Menurutnya, angkutan antarmoda tersebut digunakan untuk mengangkut penumpang dari beberapa simpul transportasi. Di antaranya Pelabuhan Gilimas, Pelabuhan Lembar, Pelabuhan Bangsal, Pelabuhan Kayangan, pusat Kota Mataram, dan Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid di Lombok. 

Jika melihat dari tahun sebelumnya, Budi menambahkan, pusat pergerakan terbanyak berasal dari pusat Kota Mataram.

Related posts