17 February 2021 : 08.30

PSG Akrab Jadi Korban Mission Impossible Liga Champions

Share on whatsapp
Share on twitter
Share on telegram
Share on facebook
Jakarta, CNN Indonesia —

Paris Saint Germain patut waspada meski mereka mengantongi kemenangan meyakinkan 4-1 atas Barcelona di leg pertama 16 besar Liga Champions.

Kemenangan 4-1 di Camp Nou membuat PSG bakal tetap bisa lolos meski nanti kalah dengan selisih tiga gol dari Barcelona di Parc des Princes pada leg kedua.

Namun posisi yang di atas angin itu tak sepatutnya benar-benar membuat PSG terlena. Pasalnya dalam beberapa waktu terakhir, PSG memegang rekor sebagai korban mission impossible di Liga Champions.

PSG memegang rekor sebagai korban dalam mission impossible yang dicatat Barcelona pada musim 2016/2017, tepatnya di babak 16 besar. Saat itu PSG sudah unggul 4-0 di Parc des Princes dan ganti bertandang ke Camp Nou di leg kedua.

Paris Saint-Germain's Italian goalkeeper Gianluigi Buffon fails to catch the ball during the UEFA Champions League round of 16 second-leg football match between Paris Saint-Germain (PSG) and Manchester United at the Parc des Princes stadium in Paris on March 6, 2019. (Photo by Martin BUREAU / AFP)PSG pernah tersingkir dari Liga Champions setelah sempat menang 2-0 di Old Trafford. Sebelumnya tidak ada tim yang gagal lolos setelah menang 2-0 di kandang lawan pada leg pertama.  (Martin BUREAU / AFP)

Dalam jalannya laga leg kedua, PSG sempat membalas satu gol ketiga Barcelona sudah unggul 3-0. Namun ternyata Blaugrana bisa mencetak tiga gol tambahan di pengujung pertandingan dan memastikan menendang keluar PSG dengan skor 6-1 di leg kedua.

Kemenangan Barcelona itu merupakan mission impossible terbaik di Liga Champions karena belum ada tim yang bisa lolos sebelumnya setelah kalah 0-4 di leg pertama.

Kekalahan buruk di musim 2016/2017 kembali diulang PSG dalam musim 2018/2019 ketika mereka berjumpa Manchester United, lagi-lagi di babak 16 besar.

Saat itu PSG dengan brilian mampu mengalahkan Man Utd dengan skor 2-0 di Old Trafford. Sebelum itu, tak ada tim yang gagal lolos usai menang 2-0 di kandang lawan pada ajang Liga Champions.

Namun nyatanya PSG mendobrak tradisi tersebut dan mencatatkan namanya sebagai tim pertama yang gagal lolos meski sudah unggul 2-0 di kandang lawan. PSG kalah 1-3 di Parc des Princes dan harus merelakan Man Utd maju dengan keunggulan agresivitas gol tandang.

Hal tersebut berarti membuat PSG berstatus sebagai korban pada dua rekor mission impossible Liga Champions, yaitu lolos setelah kalah empat gol di leg pertama [Barcelona] dan lolos setelah kalah dengan selisih dua gol di kandang [Manchester United].

Berkaca pada dua pengalaman itu, PSG patut untuk tetap waspada meski sudah membawa keunggulan 4-1. Sebelumnya, tidak ada tim yang gagal lolos usai menang dengan selisih tiga gol di kandang lawan pada leg pertama.

Barcelona baru bisa lolos ke perempat final andai menang dengan selisih empat gol atau menang selisih tiga gol dengan torehan lima gol atau lebih [5-2, 6-3, dst] di Paris

Andai PSG gagal mempertahankan tradisi tersebut dan malah jadi tim pertama yang melakukannya, maka makin lengkaplah predikat PSG sebagai korban mission impossible Liga Champions.

[Gambas:Video CNN]

(ptr/jal)

Contact Us

Contact us

FAQ

Advertise with us

About Us

Cookie Policy

Terms & Condition