28 July 2021 : 02.28

Rahmat Raih Perunggu Olimpiade Tokyo dengan Kaki Cedera

Share on whatsapp
Share on twitter
Share on telegram
Share on facebook
Jakarta, CNN Indonesia —

Rahmat Erwin Abdullah mempersembahkan medali ketiga bagi Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020 dengan kondisi cedera paha jelang melakukan angkatan clean & jerk.

Lifter berusia 20 ini tampil di Grup B pada kelas 73 kilogram putra. Rahmat bersaing dengan para rival pada Rabu (28/7) siang waktu Indonesia.

Target angkatan snatch Rahmat berhasil dicapai. Dari beban 142 kg, Rahmat kemudian menambah beban pada kesempatan kedua menjadi 147 kg dan membukukan angkatan 152 kg pada angkatan ketiga.

Cedera menjadi hambatan Rahmat ketika melakukan angkatan clean & jerk, sehingga gagal pada angkatan kedua. Rahmat mengalami cedera ketika sedang pemanasan menjelang angkatan clean & jerk.

“Saya juga tidak tahu mengapa paha Belakang saya cedera. Tidak pernah sebelumnya seperti ini. Kalau dalam kondisi normal, saya mungkin bisa mengangkat 200kg clean&jerk. Padahal waktu angkatan snatch sudah berada enak banget, powernya juga sudah dapat,” kata Rahmat dikutip dari rilis tim CdM Olimpiade.

Pada saat angkatan clean & jerk, perjuangan Rahmat tak berjalan mulus. Setelah berhasil mengangkat beban 180 kg di percobaan pertama, Rahmat gagal pada kesempatan kedua dengan beban 190 kg. Lifter muda Indonesia ini baru bisa mengangkat beban 190 kg pada kesempatan ketiga.

Dengan angkatan snatch 152 kg dan clean & jerk 190 kg, Rahmat sukses mengangkat beban total 342 kg.

Banner Testimoni

Jika bisa mengangkat beban 200 kg pada saat clean & jerk, maka Rahmat bisa saja meraih medali perak karena total angkatannya bisa mencapai 352 kg.

Peraih perak kelas 73 kg putra, Mayora Pernia Julio Ruben dari Venezuela hanya menorehkan 346 kg. Sementara peraih emas Shi Zhiyong memiliki total angkatan 354 kg.

[Gambas:Video CNN]

(nva/sry)

Contact Us

Contact us

FAQ

Advertise with us

About Us

Cookie Policy

Terms & Condition