30 August 2021 : 02.27

Ronaldo, Antara Kebutuhan dan Langkah Mubazir Man Utd

Share on whatsapp
Share on twitter
Share on telegram
Share on facebook

Jakarta, CNN Indonesia —

Bursa transfer Liga Inggris dan Eropa musim ini geger dengan perekrutan Cristiano Ronaldo oleh Manchester United.

Kedatangan Ronaldo hanya kurang dari satu minggu sebelum bursa transfer Premier League tutup pada Selasa (31/8) malam waktu setempat.

Pemain berjuluk CR7 itu kembali ke Old Trafford pada musim ini. Ya, Ronaldo menepati janji kembali ke Man Utd setelah 12 tahun.

Hanya saja, di tengah ingar-bingar kedatangan Ronaldo, pertanyaan lain muncul. Seberapa butuh Man Utd dengan Cristiano Ronaldo?

Aspek utama dari aktivitas transfer adalah kebutuhan tim terhadap pemain tersebut, baik dari sisi pemasaran maupun teknis permainan.

Di atas kertas sejauh ini, Ronaldo bukanlah pemain yang benar-benar diperlukan The Red Devils. Dari lini serang, MU punya komposisi yang cukup mumpuni: Marcus Rashford, Mason Greendwood, Edinson Cavani, termasuk rekrutan baru lain Jadon Sancho.

Pada musim lalu MU juga jadi klub tersubur kedua setelah Manchester City. Di musim 2020/2021, MU mengemas 73 gol dalam 38 pertandingan, sedangkan Man City 83 gol.

Dengan data-data tersebut, Ronaldo bukanlah kebutuhan mendesak Man Utd pada musim ini. Banyak pihak menyebut posisi yang paling mendesak bagi MU adalah gelandang bertahan.

Fred, Scott McTominay, dan Nemanja Matic masih tampil angin-anginan sebagai gelandang jangkar. Apalagi Fred. Meski mencetak gol pada laga pembuka melawan Leeds United, gelandang asal Brasil itu nyatanya membuat beberapa kesalahan dalam dua laga belakangan, melawan Southampton dan Wolverhampton Wanderers.

Akan tetapi, apabila ditelusuri lebih jauh lagi, pada musim lalu MU kehilangan peluang meraih trofi karena kurang klinisnya lini depan.

Soccer Football - Premier League - Southampton v Manchester United - St Mary's Stadium, Southampton, Britain - August 22, 2021  Southampton's Tino Livramento in action with Manchester United's Fred REUTERS/Peter Nicholls EDITORIAL USE ONLY. No use with unauthorized audio, video, data, fixture lists, club/league logos or 'live' services. Online in-match use limited to 75 images, no video emulation. No use in betting, games or single club /league/player publications.  Please contact your account representative for further details.Fred (kanan) dianggap kurang mumpuni sebagai gelandang bertahan Man Utd. (REUTERS/PETER NICHOLLS)

Kurang tajamnya lini depan MU pada musim lalu bisa ditutupi dengan sosok Ronaldo pada musim ini. Dibandingkan dengan barisan penyerang MU pada musim lalu, statistik Ronaldo pada musim 2020/2021 di liga masih jauh lebih bagus.

Pada musim lalu, top skor Man Utd di Liga Inggris adalah Bruno Fernandes yang notabene merupakan seorang gelandang, dengan torehan 18 gol dalam 37 penampilan. Sedangkan dari barisan penyerang hanya Rashford yang memiliki 11 gol dari 37 laga, Cavani mencetak 10 gol dari 26 laga, sedangkan Greenwood 7 gol dari 31 laga.

Sementara itu, Cristiano Ronaldo mencetak 29 gol dalam 33 pertandingan Serie A musim lalu, dengan 6 di antaranya dari titik penalti.

Di Liga Italia musim lalu, Ronaldo juga menghasilkan 5,1 tembakan per laga, atau total sekitar 168 tembakan dalam satu musim (33 laga).

Produktivitas Ronaldo jauh lebih bagus ketimbang lini depan Man Utd pada musim lalu, termasuk Jadon Sancho. Penyerang Man Utd yang bisa mendekati Ronaldo hanya Rashford, dengan total 79 tembakan, 37 on target, dan tingkat akurasi tembakan 47 persen.

Cavani sendiri hanya bisa melepaskan 34 tembakan, 15 on target, dengan akurasi 47 persen. Sedangkan Greenwood memiliki 67 tembakan, 24 on target dan akurasi 36 persen. Pemain lain dengan akurasi tembakan yang bagus adalah Anthony Martial, 49 persen dari 43 tembakan dalam 22 pertandingan musim lalu.

Masalah gol ini jadi sumber MU gagal angkat trofi Liga Europa setelah kalah adu penalti dari Villarreal. Dalam laga final itu MU mendominasi serangan dengan 21 percobaan tembakan, 7 on target, namun hanya berujung 1 gol.

Pada musim lalu MU juga kehilangan tiga poin Premier League setelah hanya bermain imbang, termasuk saat melawan klub-klub medioker seperti Leeds United, Fulham, Crystal Palace, hingga West Bromwich Albion.

Usai pekan ke-31 Liga Inggris musim lalu, Man Utd masih memiliki peluang menyaingi Man City dalam perebutan gelar juara. Ketika itu MU hanya tertinggal 8 poin di belakang Man City.

Hanya saja, dalam tujuh pertandingan tersisa Man Utd hanya menang 3 kali, 2 kali imbang, dan 2 kali kalah. Andai saja tidak bermasalah dengan produktivitas gol, MU bisa jadi pemenang pada akhir musim.

Saat diimbangi Leeds 0-0 di pekan ke-33, MU mempunyai penguasaan bola 56 persen dengan total 16 tembakan, 7 on target. Ketika kalah 1-2 dari Leicester, MU yang memiliki 53,1 persen penguasaan bola juga hanya bisa melepaskan total 5 tembakan.

Sedangkan saat melawan Fulham yang kini terdegradasi, tim asuhan Ole Gunnar Solskjaer itu hanya menjaringkan 1 gol dari total 19 tembakan, 6 on target.

Karena itu, merekrut Cristiano Ronaldo yang lebih produktif dalam percobaan gol atau mengemas gol bisa jadi kebutuhan Man Utd pada musim ini.

Baca kelanjutan berita ini pada halaman berikutnya>>>

Ronaldo Bisa Bantu Greenwood Berkembang


BACA HALAMAN BERIKUTNYA

Contact Us

Contact us

FAQ

Advertise with us

About Us

Cookie Policy

Terms & Condition