4 August 2021 : 02.27

Saatnya Angkat Besi Jadi Anak Emas

Share on whatsapp
Share on twitter
Share on telegram
Share on facebook

Jakarta, CNN Indonesia —

Indonesia berpeluang besar untuk memenuhi target yang dicanangkan pemerintah di Olimpiade Tokyo 2020, yakni finis di peringkat yang lebih baik dari Olimpiade Rio 2016.

Di Olimpiade Rio 2016, Indonesia finis di peringkat ke-46 dengan raihan satu emas dan dua perak. Sementara, saat ini Rabu (4/8) pukul 17.55 WIB, Indonesia berada di peringkat ke-39 dengan raihan satu emas, satu perak, dan tiga perunggu.

Kontingen Indonesia juga terbilang unggul di antara negara-negara Asia Tenggara lainnya. Hingga Rabu ini, di bawah Indonesia terdapat Filipina yang berada di urutan ke-44 dengan raihan satu emas dan satu perak.

Sementara, Thailand berada di urutan ke-54 dengan raihan satu medali emas. Kemudian, Malaysia berada di peringkat ke-79 dengan meraih satu perunggu.

Cabor angkat besi lagi-lagi menjadi penyumbang medali terbanyak untuk kontingen Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020. 

Lifter putri Indonesia Windy Cantika Aisah berhasil mempersembahkan medali pertama untuk kontingen Indonesia sekaligus menjaga tradisi medali cabor angkat besi di ajang multievent empat tahunan tersebut.

Atlet berusia 19 tahun itu meraih medali perunggu di nomor angkat besi putri 49kg dengan total angkatan 194kg. Masih berusia muda, hal ini membuktikan pembinaan atlet di cabor angkat besi Indonesia sudah berjalan baik.

Kesuksesan Windy Cantika meraih medali perunggu menumbuhkan kepercayaan diri atlet Indonesia lainnya yang tampil di Olimpiade Tokyo.

Eco Yuli Irawan of Indonesia competes in the men's 61kg weightlifting event, at the 2020 Summer Olympics, Sunday, July 25, 2021, in Tokyo, Japan. (AP Photo/Luca Bruno)Eko Yuli Irawan berhasil meraih medali perak di nomor 61kg cabor angkat besi Olimpiade Tokyo 2020. (AP Photo/Luca Bruno)

Hasilnya cabor angkat besi kembali menyumbangkan medali kedua untuk Indonesia lewat lifter putra Eko Yuli Irawan.

Eko Yuli berhasil merebut medali perak di kelas 61kg. Eko Yuli mencatatkan total angkatan 302kg melalui percobaan angkatan snatch 137 kg dan usaha clean and jerk seberat 165 kg.

Sebelumnya, Eko juga sudah mengharumkan nama bangsa lewat sumbangan medali perunggu Olimpiade Beijing 2008 dan London 2012, serta perak Olimpiade Rio de Janeiro 2016.

Banner Live Streaming MotoGP 2021

Sumbangan medali dari cabor angkat besi Indonesia tak berhenti sampai di situ. Lifter muda Indonesia, Rahmat Erwin Abdullah juga tak mau ketinggalan untuk menyumbangkan medali perunggu di nomor 73kg putra.

Secara mengejutkan, Rahmat Erwin Abdullah yang tampil di kelompok B sukses menorehkan total angkatan 342 kg (snatch 152kg dan clean & jerk 190kg) untuk finis di posisi ketiga dengan angkatan terbaik.

Bersambung ke halaman berikutnya…

PR Pemerintah Jaga Tradisi Medali Angkat Besi


BACA HALAMAN BERIKUTNYA

Contact Us

Contact us

FAQ

Advertise with us

About Us

Cookie Policy

Terms & Condition