4 August 2021 : 02.27

Status Peraih Medali Emas Israel Dianggap Kurang Yahudi

Share on whatsapp
Share on twitter
Share on telegram
Share on facebook
Jakarta, CNN Indonesia —

Atlet senam Israel yang meraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020, Artem Dolgopyat, dianggap kurang Yahudi oleh otoritas pemerintah sehingga dilarang menikah.

Dolgopyat yang lahir di Ukraina sebelumnya dianggap sebagai pahlawan Israel karena berhasil menyumbang emas pertama di Olimpiade Tokyo. Namun, kabar bahagia itu berubah jadi petaka begitu ibu Dolgopyat bersuara.

Dolgopyat tidak diperkenankan menikah dengan kekasihnya, Maria Sakovich, oleh pemerintah karena darah Yahudi-nya tidak penuh dalam hukum ortodoks Yahudi. Hal ini membuat sang ibu berang dan bersuara lantang di hadapan media massa.

“Pemerintah tidak mengizinkan dia [Artem Dolgopyat] menikah,” kata ibu Dolgopyat, Angela, kepada radio 103FM dilansir dari Associated Press.

Berdasarkan aturan yang disebut ‘Law of Return’ setiap individu yang memiliki kakek-nenek Yahudi memenuhi syarat untuk menjadi warga Israel. Ayah Dolgopyat adalah orang Yahudi, namun sang ibu tak punya darah Yahudi.

Inilah yang kemudian dijadikan persoalan. Dalam hukum agama Yahudi yang disebut ‘Halaca’ seseorang harus memiliki garis keturunan dari ibu Yahudi agar sah dianggap sebagai Yahudi.

Tokyo 2020 Olympics - Gymnastics - Artistic - Men's Floor Exercise - Final - Ariake Gymnastics Centre, Tokyo, Japan - August 1, 2021. Artem Dolgopyat of Israel wearing a protective face mask celebrates after winning gold REUTERS/Mike BlakeArtem Dolgopyat usai merebut medali emas di Olimpiade Tokyo 2020. (REUTERS/Mike Blake)

Dolgopyat bukanlah orang pertama yang tersandung masalah ini. Puluhan ribu orang, utamanya orang-orang eks Uni Soviet, yang tinggal di Israel tak bisa menjalankan ritual pernikahan dan pemakaman dengan cara Yahudi.

Israel merupakan salah satu wilayah yang tidak memiliki sistem pernikahan sipil. Sistem hukum Israel mengamanatkan pernikahan Yahudi harus dipandu seorang rabi yang diberi wewenang oleh badan yang bernama Rabbinate.

Karena tak mungkin menikah di Israel, Dolgopyat kemungkinan besar akan melangsungkan pernikahan di luar Israel. Dolgopyat dan Maria telah hidup bersama selama tiga tahun dan tahun ini hendak meresmikan hubungan.

“Mereka perlu pergi ke luar negeri, tetapi mereka [negara] tidak memberinya izin pergi ke luar negeri karena selalu sibuk dengan kegiatan olahraga,” ucap Angela mengungkapkan isi hatinya.

Mengenai kontroversi yang sedang menimpanya, Dolgopyat menolak memperkeruh suasana. Ia hanya ingin menikmati medali emas yang diraihnya sambil merancang masa depannya bersama sang kekasih setelah kembali dari Tokyo.

“Ini [kontroversi status Yahudi] adalah hal-hal yang ada di hati saya. Tidak benar membicarakan hal ini sekarang,” katanya Dolgopyat kepada wartawan di Tokyo.

Dolgopyat mencetak sejarah sebagai atlet kedua asal Israel yang mampu merebut medali emas Olimpiade setelah Gal Fridman pada Olimpiade Athena 2004 dari cabang berlayar.

[Gambas:Video CNN]

(abd/har)

Contact Us

Contact us

FAQ

Advertise with us

About Us

Cookie Policy

Terms & Condition