4 February 2021 : 07.50

Suzuki Dapat Mimpi Buruk di Siang Bolong, Joan Mir Santai

Share on whatsapp
Share on twitter
Share on telegram
Share on facebook

KOMPAS.com – Entah setan apa yang merasuki kubu tim Suzuki. MotoGP 2021 belum mulai, tim asal Jepang itu ditinggal manajernya, Davide Brivio.

Davide Brivio memutuskan pergi dari Suzuki pada Kamis (7/1/2021). Dia pindah ke tim Alpine yang bermain di Formula 1 (F1).

Keputusan itu seakan mimpi buruk di siang bolong, mendadak dan tidak diprediksi sama sekali sebelumnya.

 

Sebab, Davide Brivio yang bekerja di Suzuki sejak 2013 lalu berhasilkan mengantarkan Joan Mir juara MotoGP 2020.

Baca juga: Bukan Rossi, Petronas Yamaha Andalkan Morbidelli di MotoGP 2021

Namun, beberapa bulan kemudian Brivio memilih pisah dengan Joan Mir.

“Ini merupakan berita yang mengejutkan bagi kami tentang kepergian Davide dari Team Suzuki Ecstar,” ujar Kepala Proyek Tim Suzuki MotoGP, Shinichi Sahara, sehari setelah Brivio memutuskan pergi.

 

“Rasanya seperti seseorang mengambil bagian dari diri saya, karena saya selalu berdiskusi dengannya bagaimana mengembangkan tim dan motor, serta kami sudah bekerja sama untuk waktu yang lama,” ungkap Shinichi dikutip Motorsport.

Sang pebalap, Joan Mir, juga merasakan hal yang sama.

Baca juga: Morbidelli: Dulu bersama Quartararo Santai, dengan Rossi Saya Yakin…

Bagi Mir, Davide Brivio merupakan sosok penting dalam hidupnya. Pasalnya, Brivio adalah pria yang merayunya untuk gabung ke Suzuki.

“Situasinya sekarang menjadi sulit karena Davide Brivio adalah sosok penting bagi Suzuki,” jelas dia dikutip dari Crash.net.

 

Contact Us

Contact us

FAQ

Advertise with us

About Us

Cookie Policy

Terms & Condition