Tarif Hotel di Mandalika Meroket, Pakar: Aji Mumpung yang Tidak Baik

  • Whatsapp

KOMPAS.com – Harga hotel di Kawasan Mandalika dan sekitarnya diketahui mengalami kenaikan selama Pertamina Grand Prix of Indonesia MotoGP 2022 berlangsung.

Dilansir dari The Race, Jumat (18/2/2022), harga salah satu kamar hotel di Pulau Lombok selama pergelaran MotoGP 2022 dibanderol sekitar Rp 3,2 juta per malam.

Harga tersebut jauh lebih mahal dibandingkan sebelumnya, misalnya pada akhir pekan pasca-MotoGP yang hanya dipatok Rp 333.000 per malam.

Sementara itu, berdasarkan penulusuran Kompas.com pada salah satu hotel di Kabupaten Lombok Tengah, pengelola menaruh harga mencapai Rp 2,5 juta per malam selama MotoGP berlangsung.

Sedangkan pada hari biasa, kamar hotel tersebut bisa dipesan dengan harga Rp 500.000 per malam.

Baca juga: Akankah Mandalika Tetap Populer Pasca-pergelaran MotoGP?

Terkait hal ini, Head of Research Savills Indonesia Anton Sitorus mengatakan, terselenggaranya MotoGP 2022 di Sirkuit Mandalika adalah kesempatan yang baik untuk pemerintah, pengembang, dan pengelola wisata dalam mempromosikan Lombok.

Akan tetapi, mencari keuntungan dengan menaikkan harga terlalu tinggi atau aji mumpung dinilai kurang baik untuk prospek jangka panjang Kawasan Mandalika.

Fasilitas tenda Bobobox X Eiger yang didirikan di area camping ground Kuta Beach Park The Mandalika, pantai Kuta, Mandalika, Selasa (16/3/2022). Tenda menjadi pilihan alternatif bagi para penonton MotoGP seri Indonesia di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, 18-20 Maret 2022, seiring keterbatasan kamar penginapan di sekitar Sirkuit Mandalika.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Fasilitas tenda Bobobox X Eiger yang didirikan di area camping ground Kuta Beach Park The Mandalika, pantai Kuta, Mandalika, Selasa (16/3/2022). Tenda menjadi pilihan alternatif bagi para penonton MotoGP seri Indonesia di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, 18-20 Maret 2022, seiring keterbatasan kamar penginapan di sekitar Sirkuit Mandalika.

“Contohnya gini, akibat MotoGP hotel sudah penuh, untuk memenuhi kebutuhan ini sampai dibikin kapal atau tenda buat menginap. Tapi saya lihat kok harganya mahal, kayak tenda harganya Rp 600.000, saya pikir harusnya jangan gitu,” ujar Anton saat dihubungi Kompas.com, Kamis (17/3/2022).

Menurut Anton, kondisi seperti ini berisiko membuat pengunjung tidak mau datang kembali ke Mandalika di kemudian hari.

Oleh karena itu, agar bisa menciptakan pangsa pasar khusus Lombok, baik pemerintah, pengembang dan pengelola wisata harus bersinergi dalam menarik minat pengunjung.

Baca juga: Ini Arsitek di Balik Indahnya Sirkuit Mandalika

Related posts