Tinjau Kesiapan Akhir Sirkuit Mandalika, Erick Thohir: Indonesia Jago Kerja Roro Jonggrang

LOMBOK TENGAH, KOMPAS.com – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Tohir mengungkapkan sejumlah evaluasi saat mengunjungi Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang menjadi lokasi perhelatan MotoGP.

Salah satu yang menjadi sorotan Erick yakni tribun Premier Grand Stand yang warnanya berbeda-beda. Ia meminta agar warnanya disamakan.

“Tadi ini kursi disamakan warnanya, sesuai dengan desain. Ke depan ini disamakan karena event ini bukan tahun ini saja, tapi tahun depan juga,” kata Erick usai mengecek kesiapan infrastruktur sirkuit, Jumat (11/3/2022).

Baca juga: Jelang Penyelenggaraan MotoGP, Menteri BUMN Tinjau Kesiapan Akhir Sirkuit Mandalika

Dari hasil peninjauan, Erick menilai, Sirkuit Mandalika sudah cukup layak menggelar event MotoGP kendati ada beberapa yang masih dalam pengerjaan seperti bukit 360.

“Saya rasa sudah siap, paling yang kita pastikan tinggal three sixty atau 360 itu, tapi saya yakin itu bisa selesai,” ujarnya.

Erick meyakini pekerjaan tersebut akan rampung tepat waktu menjelang acara MotoGP yang akan berlangsung pada 18-20 Maret mendatang. 

Menurutnya, Indonesia selama ini telah terbiasa membangun sesuatu dalam waktu cepat layaknya pembangunan Candi Roro Jonggrang yang dikerjakan dalam waktu semalam. 

“Kalau Indonesia ini kan, kalau kerja Roro Jonggrang paling jago,” seloroh Erick sembari tertawa. 

Baca juga: Glamping Ground, Sensasi Tonton MotoGP dengan Teropong di Sirkuit Mandalika

Dalam kesempatan itu, Erick juga mengapresiasi progres dan kesiapan infrastruktur sirkuit yang dibangun dengan berkolaborasi bersama kementerian lain dan unsur TNI-Polri.

Ia menuturkan, perusahaan BUMN telah banyak berkontribusi dalam pembangunan Sirkuit Mandalika dan diharapkan bisa dimaksimalkan lebih baik untuk perkembangan investasi ke depan.

“Karena ini waktunya semakin dekat, saya juga memastikan terakhir, bagaimana cara rekan-rekan BUMN yang kebetulan banyak sekali kontribusi dari BUMN, yang disamapaikan sebelumnya Rp 3,6 triliun kita investasi di sini,” kata Erick.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Related posts