Update Pengaspalan Ulang Sirkuit Mandalika: Pengelupasan Dimulai, Keyakinan Terjaga

  • Whatsapp

KOMPAS.com – Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Priandhi Satria, kembali memberikan update terkait proses pengaspalan ulang Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, yang akan menjadi venue balapan MotoGP Indonesia 2022.

Sebelumnya, berdasarkan update pada Kamis (24/2/2022), pengaspalan ulang Sirkuit Mandalika dilaporkan telah memasuki tahap awal pengelupasan, yakni setting atau pengaturan alat Cold Milling Machine.

Pengaturan Cold Milling Machine dilakukan agar proses pengelupasan aspal bisa berjalan secara konsisten sesuai dengan kedalaman yang telah ditentukan.

PT Pembangunan Perumahan (PP) selaku kontraktor Sirkuit Mandalika melakukan proses tersebut sambil didampingi oleh promotor MotoGP Indonesia MGPA dan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) sebagai pemilik sirkuit.

Baca juga: Kickoff MotoGP Indonesia: Gotong Royong demi Kesuksesan di Sirkuit Mandalika

Promotor MotoGP Dorna Sports dan regulator motorsport dunia FIM pun ikut memantau setiap proses dalam pengaspalan ulang Sirkuit Mandalika.

Kini, setelah pengaturan alat Cold Milling Machine disetujui oleh pihak-pihak terkait, proses pengaspalan ulang Sirkuit Mandalika dilaporkan masuk ke tahap pengelupasan pada Minggu (27/2/2022). 

Direktur Utama Priandhi Satria mengungkapkan hal tersebut dalam acara peresmian Mandalika GP Hub di Oval Atrium, Epicentrum Walk Mall (Epiwalk), Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (27/2/2022).

“Per hari ini, pengelupasan lintasan sudah dimulai,” kata Priandhi Satria ketika memberi penjelasan kepada awak media, termasuk KOMPAS.com.

Baca juga: MotoGP Mandalika: Pengamanan Disiapkan, Isu Calo Tiket Jadi Perhatian

Setelah itu, Priandhi Satria menjelaskan, sambil menunggu pengelupasan rampung, pihaknya bersama PT PP dan ITDC sedang menunggu bahan baku tiba di Sirkuit Mandalika.

Priandhi Satria mengungkapkan bahwa bahan baku yang akan digunakan untuk pengaspalan ulang Sirkuit Mandalika masih harus dites.

Related posts